Soal PMI, Contohlah Sukabumi, Menteri P3A  Kunjungi Bale Sawala

  • Whatsapp
Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri
Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri bersama jajarannya saat menunjukan lahan pertanian kepada Menteri P3A, I Gusti Ayu Bintang Darmawati soal lahan pertanian yang digarap oleh mantan buruh migran di kawasan Bale Sawala, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (03/09).

SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri bersama jajarannya menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Darmawati di Bale Sawala, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (03/09).

Kunjungan Menteri P3A ini, dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauhmana perihal pencegahan, penanganan, pemberdayaan dan pendampingan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Kecamatan Kebonpedes.

Bacaan Lainnya

Menteri P3A I Gusti Ayu Bintang Darmawati kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya sengaja melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Sukabumi, untuk melakukan dialog tingkat daerah terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kami ingin mendengarkan secara langsung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Kecamatan Kebonpedes dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi terkait dengan pencegahan dan penanganan serta pemberdayaan para pekerja migran,” kata I Gusti kepada Radar Sukabumi di Bale Sawala, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (03/09).

I Gusti mengaku sangat mengapresiasi perihal koordinasi, komitmen dan komunikasi baik yang telah dilakukan mulai dari tingkat pemerintah desa hingga pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi mengenai dengan pencegahan dan penanganan serta pemberdayaan para pekerja migran.

“Saya sudah melihat bagaimana fakta dan kondisi di lapangan cukup baik. Karena tidak hanya dalam bentuk kerja nyata, tetapi dalam implementasinya juga diwujudkan dalam regulasi. Sehingga pekerja Imigran dapat nyaman karena mereka di sini diberdayakan dan dibina untuk berwirausaha,” paparnya.

Terlebih lagi, program invasi dan gagasan pemerintah di Desa/Kecamatan Kebonpedes hingga pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, telah berhasil memberdayakan eks buruh migran.

Sehingga mereka tidak akan berniat kembali untuk pergi menjadi pekerja migran ke luar negeri.

Sebab, mereka sudah berdaya secara ekonomi dengan memanfaatkan lahan yang ada dari sektor pertanian, perikanan dan kerajinan lainnya sesuai dengan potensi yang ada. Kabupaten Sukabumi pun lantas akan menjadi daerah percontohan dalam hal pemberdayaan eks pekerja migran.

“Ini bisa menjadi contoh untuk wilayah lainnya. Iya, ini juga dapat menjadi team work kerja yang luar biasa. Semoga ini bisa menjadi inspirasi, motivasi untuk di daerah-daerah lainnya dalam hal melindungi para pekerja-pekerja migran Indonesia, untuk melindungi khususnya para pekerja perempuan,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *