Perpustakaan Cisarua Sukabumi Gelar Kelas Jurnalistik

RADARSUKABUMI.com, SUKABUMI – Perpustakaan Cisarua menggelar Kelas Jurnalistik bekerjasama dengan Radarsukabumi.com pada Minggu (14/10/2018). Program yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan ini bertempat di ruang belajar Perpustakaan Cisarua, Gang Samsi, Jalan RA Kosasih, Cikole, Kota Sukabumi.

Koordinator Perpustakaan Cisarua Yusmeli Japar mengatakan, pihaknya menggaet Radarsukabumi.com karena sebagai media daring/online pertama dan terbesar di Sukabumi. Sebab kiprah Radar Sukabumi sebagai perusahaan media massa baik cetak maupun daring telah terakui dan menjadi ikon Kota Mochi.

Bacaan Lainnya

“Kalau bicara media massa di Sukabumi otomatis kita akan bicara tentang Radar Sukabumi, anak perusahaan media massa terbesar yaitu Jawa Pos. Kenapa Radarsukabumi.com karena kita tahu sekarang ini semua serba digital dan Perpustakaan Cisarua menuju ke arah digital,” kata Yusmeli.

Peserta Kelas Jurnalistik bersama Radarsukabumi.com, sebut dia, sementara masih berjumlah sekira lima orang. Para peserta merupakan warga sekitar Kelurahan Cisarua yang terdiri dari pelajar hingga karyawan.

“Kami bergerak di bidang literasi dan salah satu bagian dari itu adalah jurnalistik. Jadi kami ingin belajar tentang jurnalistik sebagai dari bagian disiplin ilmu kami,” tutur pria asal Palembang.

Yusmeli juga mengaku pihaknya menjadikan berita dari Radar Sukabumi baik cetak maupun daring sebagai sumber khasanah informasi terbaru seputar Sukabumi. Dia berharap Kelar Jurnalistik mampu mencetak juru warta yang handal.

“Sehingga kami juga ingin agar pemuda-pemuda di kelurahan Cisarua bisa menulis, bisa menjadi jurnalis,” harapnya.

Sementara itu, program kegiatan kemasyarakatan di Perpustakaan Cisarua tidak hanya Kelas Jurnalistik. Ada juga kelas bahasa Inggris, kelas bahasa Perancis, senam aerobik, kelas Theater, kelas Seni Tari dan kelas pelatihan lainnya.

“Agenda kami nanti insyaallah akan ada kunjungan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Perancis. Salah satu yang akan kami tampilkan adalah tulisan tentang potensi wisata dan budaya dalam tulisan Perancis. Untuk itu kami ingin belajar terlebih dahulu bagaimana cara menulis yang baik oleh Radar Sukabumi setelah itu kami translate ke bahasa Perancis,” pungkasnya.

(izo)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *