Pemkot Sukabumi Perkuat Proses Digitalisasi Keuangan

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi Saat diwawancara mengenai keuangan digital di depan Gedung Juang 45, Senin (5/12).

CIKOLE– WaliKota Sukabumi, Achmad Fahmi menyebutkan bahwa Bank Indonesia (BI) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menunjuk Kota Sukabumi sebagai target percontohan terkait digitalisasi keuangan di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut beriringan dengan program Pemerintah Indonesia. “Dulu sebelum pandemi Covid-19, Kota Sukabumi sempat ditargetkan sebagai percontohan di Provinsi Jawa Barat terhadap digitalisasi keuangan. Mudah-mudahan pasca pandemi Covid-19 ini, kita bisa memperkuat proses digitalisasi keuangan yang ada,” ujar Fahmi kepada Radar Sukabumi, Senin (5/12).

Bacaan Lainnya

Selain itu, Pemerintah Indonesia memang sedang mendorong agar terciptanya digitalisasi keuangan pada tahun 2023 mendatang.

Tuntutan digitalisasi perbankan diperkuat oleh berbagai faktor pendorong pengembangan digital bank di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan perekonomian yang berpotensi besar untuk menyerap arus digitalisasi.

“Faktor pendorong tersebut tercermin dalam tiga aspek utama yaitu peluang digital (digital opportunity), perilaku digital (digital behavior), dan transaksi digital (digital transaction),” sambungnya.

Lanjuutnya, peluang digital itu, meliputi potensi demografis, potensi ekonomi dan keuangan digital, potensi penetrasi penggunaan internet, serta potensi peningkatan konsumen. Kemudian transaksi digital meliputi transaksi perdagangan online (e-commerce), transaksi digital banking, dan transaksi uang elektronik.

“Tentunya kami kedepannya pemkot sukabumi, akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Literasi keuangan digital, dan nantinya masyayarkat tidak lagi melakukan pembayaran sera tunai, tetapi nontunai,” pungkasnya. (Cr4/t)

Pos terkait