Pemkot Sukabumi Kucurkan BSRS Prasejahtera

Walikota Sukabumi Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat di Gedung juang 45, Jalan Veteran, Kecamatan Cikole, Senin (12/9).

SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, menyerahkan Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Prasejahtera kepada penerima manfaat di Gedung Juang 45, Senin (12/9).

Dari data yang tercatat DPUTR Kota Sukabumi, tahap awal ini ada sebanyak 130 warga menerima BSRS Prasejahtera dari total 300 orang penerima pada tahun ini.

Bacaan Lainnya

”Salah satu tugas negara hadir memberikan dan memfasilitasi rumah layak huni bagi warga,” ungkap Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi, Senin (12/9).

Sebab ini, bukan sekedar amanat Undang-undan (UU) karena warga perlu mendapatkan rumah layak menurut amanat agama.

“Dalam agama ada empat hal yang membuat kebahagiaan di dunia yakni memiliki pasangan yang sholeh dan sholehah, memiliki rumah yang nyaman sehingga membuat hari nyaman, memiliki tetangga baik serta memiliki kendaraan,” ujarnya.

Karena itu, sambung Fahmi, hal tersebut menjadi amanat negara dan agama, maka Pemkot Sukabumi menyalurkan bantuan stimulan rumah swadaya prasejahtera. “Pada 2022 ini jumlahnya disalurkan kepada 300 warga dan hari ini diberikan bertahap kepada 130 warga,” ucapnya.

Fahmi menjelaskan, pada 2022 ini total perbaikan rutilahu dari berbagai sumber dana untuk membangun 537 unit rumah, Sementara pada tahun sebelumnya terdapat sebanyak 600 unit, disaat daerah lain hanya 200 unit tapi Kota Sukabumi bisa lakukan percepatan.

”Tahun ini, dilakukan percepatan dari berbagai sumber, target RPJMD sampai 2023 harus tuntaskan 96,99 persen. Alhamdulillah sampai saat ini, terpenuhi 98 persen atau sudah melebihi target dan ke depan akan terus lakukaan percepatan pada 2023 mendatang,” jelasnya.

Upaya percepatan tersebut, ungkap Fahmi, karena pemda berharap pasca pandemi masyarakat bergerak secara ekonomi. ”Tidak mungkin bergerak secara optimal kalau tempat tinggal saja belum layak, berharap setelah diperbaiki rumah tak layak sehingga menjadi layak dan ekonomi warga meningkat,” ulasnya.

Dalam bantuan BSRS Prasejahtera, setiap warga mendapatkan sebeaar Rp 35 juta. Rinciannya penggunaan untuk material Rp 30 juta dan Rp 5 juta untuk upah tukang. ”Bantuan stimulan untuk merangsang warga agar ikut berkontribusi dan di akhir akan dilihat,” cetusnya.

Nantinya, lurah dan camat melakukan pengawasan untuk memastikan rumah benar terbangun. Berharap dengan bantuan mampu warga tumbuh dari sisi ekonomi dan bisa langsung dikerjakan dan bahkan ada tengah dikerjakan.

“Terakhir wali kota menekankan tidak ada potongan dalam bantuan ini dan warga bisa melapor ketika ada potongan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi, Asep Irawan menambahkan, pada 2022 pemkot memperbaiki rutilahu sebanyak 537 unit.

Rinciannya, dari program bantuan rutilahu pemprov 160 unit di 4 kelurahan, BSRS Prasejahtera 300 unit di 18 kelurahan, perbaikan dampak bencana 74 unit dan BSPS khusus penderita TBC 3 unit di tiga kelurahan. “Kami harap, dengan adanya pembangunan ini dapat menekan angka ruamh tidak layak huni,” singkatnya. (bam)

Walikota Sukabumi Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat di Gedung juang 45, Jalan Veteran, Kecamatan Cikole, Senin (12/9).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.