Pemkot Sukabumi Kuatkan Silaturahmi Melalui Safari Ramadan

Walikota Achmad Fahm
Walikota Achmad Fahmi dan Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami saat mengikuti safari ramadan di Masjid Jami Al-Ikhlas Jalan Merdeka Pangkalan Kecamatan Lembursitu. foto:istimewa

RADARSUKABUMI.com – Safari Ramadan Pemkot Sukabumi terus berlanjut, kali ini dilakukan di Masjid Jami Al-Ikhlas Jalan Merdeka Pangkalan Kecamatan Lembursitu.

Hadir pada kesempatan itu Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, dan Camat Lembursitu Deni Ahmad. Momen tersebut menjadi ajang memperkuat kegiatan keagamaan di tengah masyarakat dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

” Sudah hampir dua tahun tidak menggelar, baru tahun ini alhamdulillah kembali menggelar Safari Ramadhan,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi. Meskipun digelar dalam jumlah peserta terbatas.

Misalnya tim dari pemda dibagi satu hingga empat dari berbagai dinas. Sehingga tidak telalu banyak, namun tetap berharap momen ini menguatkan silaturahmi.

Fahmi mengatakan pandemi berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi termasuk pendidikan dan kini Kota Sukabumi masuk pada PPKM Level 2. Namun di tengah pandemi, Pemkot Sukabumi tetap berupaya bangkit di tengah kesulitan yang ada.

Di antaranya penurunan kawasan kumuh dari 139 hektare kini berkurang atau tersisa 8 hektare. Diharapkan pada 2022 kawasan kumuh hilang termasuk program kota tanpa kumuh (Kotaku)dalam mengentaskan kawasan kota kumuh.

Selain itu melakukan pembangunan fisik dan penataan infrastruktur tetap dilakukan. Di 2021 penataan Alun-Alun dm Lapang Merdeka serta pedestrian Jalam Ahmad Yani.

Di sisi lain, seiring percepatan infrastruktur seperti Jalan tol dan double track maka kota agar ditata karena penataan menjadi kata kunci.

” Kegiatan sifatnya keagamaan juga terus dilakukan misalnya Magrib mengaji dan insentif guru madrasah, guru agama dan marbot jadi prioritas tetap dilaksanakan di tengah kesulitan ekonomi,” ungkap dia.

Di samping itu, masjid dijadikan unit pengumpul zakat (UPZ) dalam sistem ekonomi keumatan. Intinya jangan sampai bantuan tidak merata sehingga akan dilakukan penguatan UPZ dengan Baznas.

” Kami juga menggulirkan satu kelurahan satu sarjana diberikan beasiswa penuh jadi sarjana dan knj tahun kedua kerjasama dengan perguruan tinggi,” ujar Fahmi. Sehingga warga yang tidak mampu dan cerdas bisa menjadi sarjana.

Disamping itu dengan Baznas lanjut Fahmi pemkot menggulirkan satu kecamatan satu hafidz quran sehingga menjadi kota penghafal Alquran. ” Ketika keberpihakan agama kuat dan syiar agama maka Allah akan memberikan keberkahan,” imbuh dia.

Terakhir pada H-10 Idul Fitri kata Fahmi, pemkot menyampaikan permohonan maaf dan memohon dukungan menjaga kondusifitas dengan mencegah aksi kriminalitas dan warga tetap waspada jelang lebaran. (bal/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.