Pemkot Sukabumi Dukung Pariwisata dan Pasar Digital

Achmad Fahmi Pariwisata
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat membuka kegiatan pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvernir, dan Fotografi di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Selasa (30/8).

CIKOLE – Mengingat pentingnya pemasaran digital, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi memfasilitasi para pelaku pariwisata dengan mengadakan pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvernir, dan Fotografi di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Selasa (30/8).

Kegiatan yang ini dilaksanakan selama tiga hari yakni pada Selasa (30/8) sampai Kamis (1/9) ini dibuka langsung oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatannya, orang nomor satu di Kota Sukabumi ini mengatakan, target pelatihan Digital Branding ini, agar peserta yang mengikuti kegiatan dapat mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital.

Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat mengembangkan pemasaran digital dan memahami pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital.

”Maksimalkan sebaik mungkin pelatihan ini dalam meningkatkakan kapasitas kemampuan dan memotivasi bergerak ke arah lebih baik. Sebab, tidak semua anak muda mendapatkan kesempatan ini.” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Ia menambahkan, setelah 29 bulan pandemi terjadi, terdapat sisi positif bagi masyarakat. Di mana, saat itu perkembangan digitalisasi, termasuk pasar digital berkembang pesat, lantaran jarangnya orang melakukan transaksi secara langsung.

Tentunya, pelatihan pemasaran digital ini menjadi sebuah keharusan untuk pengembangan usaha. “Intinya digitalisasi branding kalau punya produk, bagaimana produk tergitalisasi dengan benar. Branding itu penting karena akan mempengaruhi mindset orang pergerakan ekonomi maka akan negera bangkit,” imbuhnya.

Fahmi pun mendorong, digitalisasi ini harus bisa dikuasai para kaula muda. Di mana, anak muda sebagai generasi penerus akan disuguhkan dengan berbagai aktivitas yang terdigitalisasi, sehingga sangat dianjurkan untuk menguasai digilatisasi ini.

”Anak muda 69 persen dari total keseluruhan penduduk Sukabumi dan harus diperhatikan. Maka ini jadi berkah ketika anak muda kreatif dan berprestasi, namun jadi musibah ketika tidak memiliki kreativitas pada dunia digitalisasi,” pungkasnya. (*/cr3/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.