Pemerintah Kota Sukabumi Putar Otak, APBD Rp1,2 triliun Masih Minim

Pj Wali Kota Sukabumi
Pj Walikota Sukabumi saat diwawancara sejumlah media

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, perlu berupaya ekstra dalam meningkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, nilai pendapatan saat ini masih tergolong cukup minim. Terlebih lagi, kondisi anggaran belum normal karena digunakan untuk mendukung perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji mengatakan, besaran APBD pada 2023 masih tergolong kecil dengan nilainya sebesar Rp1,2 triliun lebih. Angka itu, tidak sebanding dengan banyaknya kebutuhan untuk membangun dan menata kota.

Bacaan Lainnya

“Karena itu, kami akan berupaya menggali potensi yang ada, sehingga nantinya dapat dan berdampak terhadap peningkatan APBD. Selain itu, kami juga akan mengakses sumber dana dari provinsi maupun pusat,” kata Kusma kepada wartawan usai kegiatan Cofe Morning bersama sejumlah media, Rabu (10/7).

Tidak hanya itu, lanjut Kusmana, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi perlu adanya berbagai inovasi dan investasi. “Kemudian mungkin juga, karena ada beberapa anggota Dewan RI perwakilan Sukabumi yang bisa mengakses ke pusat. Sehingga, ini mampu menjadi peluang untuk Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Menurtnya, Pemkot Sukabumi terus berupaaya untuk memaksimalka berbagai upaya. Misalnya saja, menyusun beberapa inovasi, termasuk bakal menyampaikan terkait sumber anggaran yang bakal dihubungkan ke pusat dan meminta tambahan anggaran. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, insyaallah di 2024 masih ada peluang untuk program yang didani pusat,” tuturnya.

Disinggung soal Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa yang belum dapat berkontribusi dalam peningkatan APBD, Kusmana memaparkan, PDAM saat ini belum dapat berkontribusi banyak dalam peningkatan APBD lantaran masih fokus memperbaiki sarana prasarana untuk mendukung air bersih. “Dalam waktu dekat ini, kita akan berjuang menambah alokasi anggaran, karena kalau hanya dari APBD belum bisa terpenuhi,” tutupnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *