DPUTR Kota Sukabumi Angkat Bicara Soal Kerusakan Jalan Merbabu

Jalan Merbabu Sukabumi
Seorang pengendara saat melintas di Jalan Merbabu, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Jumat (20/1).

GUNUNGPUYUH – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, angkat bicara soal rusaknya Jalan Merbabu, Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh. Saat ini, dinas yang dinahkodai Sony Hermanto itu sudah melakukan pengecekan ke lapangan.

Kepala Bidang Binamarga DPUTR Kota Sukabumi, Lutfi Alif menyebutkan, pihaknya akan segera memangil perusahaan yang memperbaiki jalan tersebut. Sebab, hingga saat ini Jalan Merbabu masih dalam tahap pemeliharaan, setelah dilakukan perbaikan pada bulan November 2022, lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah mengecek fisik lapangan, menginformasikan dan memerintahkan kepada penyedia untuk segera memperbaiki kembali jalan tersebut. Karena masih dalam tahap pemeliharaan pihak penyedia dan menjadi tanggung jawabnya,” ujar Lutfi kepada Radar Sukabumi, Jumat (20/1).

Lutfi menjelaskan, dalam proses pelaksanaan berlangsung, pihaknya akan menyediakan tim teknis lapangan, untuk mendampingi pekerjaan terebut. Sehingga, pengerjaan berjalan dengan benar dan sesuai peruntukannya.

“Maka saya selaku PPK, akan mendapatkan segala informasi dari tim teknis tersebut. Kami selalu menekankan untuk membuat papan proyek pekerjaan dan berkoordinasi dengan aparat setempat sebelum memulai pekerjaan,” jelasnya.

Lutfi berjanji, dalam waktu dekat ini akan segera menindak lanjuti dan melakukan perbaikan Jalan Merbabu. “Iya, kami akan merespon cepat aduan masyarakat ini, “imbuhnya.

Sebelumnya, Warga Kampung Cipelang Gede, RT 02/12 Kelurahan Karang tengah mengeluh kondisi jalan Merbabu yang men galami rusak. Ironisnya, jalan perlintasan warga ini  baru diperbaiki pada bulan November 2022, lalu.

Ketua RW 12, Kampung Cipelang Gede, Dicky Permana mengatakan, proses pengerjaan jalan tersebut dinilai asal-asalan. Sebab, baru dua bulan diperbaiki sudah rusak lagi, bahkan, kondisinya semakin parah.

“Berarti hasil pengerjaannya jelek. Saya melihat kualitas aspalnya tidak sesuai spek, kemudian perlu ditanyakan kepada pemborong, apakah ketebalan dalam pengaspalannya sesuai dengan RAB. Apalagi pengerjaan dilakukan hanya dengan dua hari, dan terlihat asal asalan,” ujar Dicky kepada Radar Sukabumi, Kamis (19/1).

Dicky menjelaskan, pada saat proses awal pengerjaan pun, tidak ada papan proyek dan tidak ada pemberitahuan kepada RT/RW setempat.

“Iya, seharusnya kalau secara mekanisme, harus ada plang sebagai informasi kepada masyarakat, bahwa sedang ada pengerjaan. Ketika ditanyakan pada instansi terkait pun, tidak memberikan jawaban sama sekali, kan jadi aneh,” jelasnya.

Dicky meminta perusahaan yang bersangkutan untuk bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Sebab, jalan milik pemerintah kota ini merupakan jalan hidup yang sering dilalui warga. Jangan sampai, ada korban akibat kerusakan jalan ini.

“Kami atas nama masyarakat, meminta pada terkait untuk secepatnya memanggil perusahaan yang melakukan perbaikan jalan tersebut,” pungkasnya. (Cr4/t)

Pos terkait