Diskominfo Kota Sukabumi Benahi Metadata

  • Whatsapp
Diskominfo Kota Sukabumi
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi ditemani Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi saat berkunjung ke kantor Diskominfo Kota Sukabumi

SUKABUMI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, sampai saat ini masih melakukan pembenahan metadata di lingkungan pemerintahan.

Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi, Eneng Rahmi mengatakan, metadata merupakan suatu rincian yang mendeskripsikan identitas data, mencakup metadata kegiatan di pemerintahan, indikator dan statistik sektoral.

Bacaan Lainnya

“Pembenahan metadata ini sudah merupakan kewajiban pemerintah yang sudah berjalan sejak tahun 2017. Namun karena satu dan lain hal, Diskominfo Kota Sukabumi baru mulai fokus melakukan pembenahan di tahun 2021,” kata Eneng kepada wartawan, belum lama ini.

Hal ini, lanjut Eneng dilakukan untuk semakin memperjelas data kegiatan yang berjalan, lengkap dengan indokator kunci dalam kegiatan yang tercantum di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Dalam metadata itu dicantumkan definisi kegiatan, dasar hukum, metodologi dan identitas data lainnya. Contoh lain ketika berbicara tentang metadata jumlah penduduk Kota Sukabumi.

Dengan ada metadata ini tidak akan ada lagi ribut soal jumlah penduduk. Seperti jumlah penduduk versi BPS (Badan Pusat Statistik) dengan Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Ketika tahu identitas datanya di situ akan terlihat,” ujarnya.

Pada 2021 ini, seluruh wilayah garapan metadata tengah betul-betul dibenahi. Tujuannya agar ke depan segala macam data dan informasi bisa diakses secara luas lewat satu sumber, yakni di Diskominfo Kota Sukabumi.

Dalam beberapa poin, seringkali memerlukan sinkronisasi dengan BPS. “Banyak yang belum memahami apa itu metadata, padahal itu bukan seperti data pada umumnya.

Metadata bukan berisi jumlah ataupun angka-angka, namun lebih kepada identitas dan deskripsi data. Maka dari itu baru bisa digarap fokus tahun 2021 ini. Kemudian metadata ini kan biasanya di-update satu kali dalam sekali RPJMD selama tidak ada perubahan,” tutupnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *