Dinkes Kota Sukabumi Geber Vaksinasi, Seminggu Tambah 5.275 Orang

  • Whatsapp
dinas kesehatan Kota Sukabumi
VAKSINASI: Salah seorang warga usia lanjut saat melakukan vaksinasi oleh petugas dari dinas kesehatan Kota Sukabumi

DINKES – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengklaim cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Sukabumi terus mengalami kenaikan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi Lulis Delawati mengaku dalam sepekan terakhir ini ada peningkatan jumlah yang divaksin sebanyak 5.0275 orang.

Diterangkannya, derdasarkan laporan data vaksinasi Kota Sukabumi sampai dengan 26 Juli 2021, warga yang telah divaksin dosis pertama mencapai sebanyak 79.648 orang.

Bacaan Lainnya

“Vaksinasi Covid-19 di Kota Sukabumi terus naik. Pada pekan sebelumnya atau 18 Juli 2021, jumlah warga yang divaksin sebanyak 74.373 orang. Sehingga mengalami jumlah kenaikan sebanyak 5.275 orang,” terang Lulis.

Adapun jika dirinci sambaung dia, jumlah tenaga kesehatan dan penunjang yang telah divaksinasi yang awalnya sebanyak 4.009 (120 persen) dan kini menjadi 4.010 (120 persen). Selanjutnya petugas publik divaksinasi tetap sebanyak 24.136 (131 persen).

Jumlah lansia divaksinasi yang awalnya sebanyak 9.562 orang (35 persen) jadi 9.645 orang (35,4 persen). Selanjutnya masyarakat umum dan rentan divaksinasi 41.857 (22,5 persen) sebelumnya pada pekan kemarin sebanyak 36.666 (19,8 persen).

Sementara jumlah warga yang sudah divaksinasi dosis dua juga naik menjadi sebanyak 35.114 orang dan pekan sebelumnya 30.940 orang. Rinciannya, jumlah SDM Kesehatan divaksinasi tetap sebanyak 3.595 orang (107,6 persen) dan petugas publik divaksinasi sebanyak 18.073 orang (98,4 persen).

Berikutnya jumlah lansia divaksinasi dosis dua naik jadi sebanyak 5.392 orang (19,8 persen), sebelumnya 5.216 orang (16,6 persen) dan masyarakat umum dan rentan divaksin sebanyak 8.054 orang (4,3 persen) sebelumnya 4.056 orang.

Sementara itu, WaliKota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, upaya percepatan vaksinasi terus dilakukan di Kota Sukabumi. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk mendorong kekebalan komunal dalam pencegahan penyebaran Covid-19. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *