Pelajar MTs di Sukabumi Hina Nabi Muhammad, Kapolresta Sebut Motifnya Lucu-lucuan

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo

SUKABUMI – Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo menyebutkan kasus penistaan agama yang dilakukan santri laki-laki berusia 14 tahun hingga saat ini masih berlanjut, Senin (8/5).

Bocah yang masih duduk dibangku kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini, terpaksa berhadapan dengan hukum setelah diduga menghina Nabi Muhammad. Sontak, hal itu mencuri perhatian berbagai pihak khususnya Polres Sukabumi Kota sehingga langsung mengamankan santri tersebut.

Bacaan Lainnya

“Memang dari pengakuan anak tersebut, dia iseng untuk lucu-lucuan. Tapi, ini untuk pembelajaran kita semuanya buat anak-anak juga, orang tua harus turut peduli. Jangan dianggap lucu, itu akan menjadi malapetaka,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo kepada Radar Sukabumi, Senin (8/5).

Pihaknya, akan menyelesaikan masalah tersebut dengan ketentuan dan aturan yang belaku. Kendati demikian, pelaku tidak dilakukan penahanan namun tetap diamankan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Intinya saat ini, bapak pelaku memberikan pernyataan untuk menitipkan anaknya di sini, kami tidak melakukan penahanan, hanya saja anak tetap diamankan menjaga hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Ari menyebutkan, setelah viral kasus ini pelaku diduga terancam ada yang menghakimi. Sebab itu, polisi bergerak cepat mengamankan pelaku. “Kami amankan di polres, ditemani orang tuanya, karena dapat info dia ada yang mau memukuli, karena itu kami menjaga juga,” cetusnya.

Saat ini, sambung Ari, polisi sudah melakukan tes urin dan pemeriksaan beberapa saksi. Alhasil, jika santri tersebut negatif obat-obatan terlarang maupun minuman keras “Negatif. Alhamdulillah, dari voice note dia bilang mabuk dan sebagainya. Sehingga kita laksanakan tes urin, hasilnya negatif,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait