Peduli Gempa Sulbar, PMI Kota Sukabumi Kirimkan Relawan

  • Whatsapp
Relawan PMI Kota Sukabumi Muhammad Rizky Ananda yang bertugas di posko bencana gempa di Sulbar. Foto: istimewa

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota sukabumi mengirimkan relawan untuk melakukan dukungan Posko dan Logistik dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Gempa Sulawesi Barat. Relawan yang dikirimkan adalah yang telah terlatih yang kemudian bergabung dengan Tim Relawan yang dimobilisasi oleh PMI Pusat.

“Relawan PMI Kota Sukabumi akan bergabung dengan tim relawan PMI yang dimobilisasi oleh PMI Pusat,”kata Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo kepada Radar Sukabumi, Senin (25/1/2021).

Bacaan Lainnya

Tim relawan PMI Kota Sukabumi direncanakan akan bertugas di Kabupaten Mamuju dan Majene selama satu bulan penuh dan pemberangkatan mulai dari 22 Januari sampai 22 Februari 2021.

Dijelaskan Suranto, berdasarkan informasi dari PMI Pusat, Palang Merah Indonesia (PMI) akan membangun dua gudang logistik di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar)

Sementara itu, Staf Logistik PMI Pusat Ilham Huznul mengatakan, Pengaturan distribusi bantuan dan logistik bencana gempa Sulbar PMI akan dipusatkan di dua gudang tersebut. Pelayanan dan distribusi bantuan menjadi prioritas PMI dalam penanganan bencana ini.

Hal ini dilakukan untuk menunjang operasi penanganan bencana di Sulbar dalam memaksimalkan komitmen PMI dalam membantu korban bencana

Gudang berkapasitas 240 meter persegi itu, lanjut Ilham, berfungsi sebagai penyimpanan bantuan dan logistik agar terjaga kondisinya. Pendampingan sistem logistik juga dilakukan Tim Logistik kepada relawan lokal.

“Kami turunkan empat personel bangun mobile Storage unit. Satu relawan mendampingi di Mamuju dan satunya di Majene,” terangnya.

Distribusi logistik di Sulbar disebut belum merata. Selain karena hambatan medan, kondisi itu juga karena sejumlah dokumen penting masyarakat sebagai syarat penerima bantuan pemerintah lenyap. Berdasarkan hasil pendataan cepat (Rapid Assessment) PMI, sejumlah kebutuhan yang mendesak yakni air bersih dan makanan, bantuan kesehatan, kelengkapan rumah tangga berupa selimut dan tenda.

Hingga 24 Januari, PMI telah menyalurkan 200 perlengkapan keluarga, 200 selimut, 11.000 Pakaian, 51.500 masker kain dan medis, dan 500 terpaulin. Di sisi lain, PMI melengkapi relawannya dengan alat pelindung diri agar terhindar dari bahaya penularan covid-19. Dalam hal ini, PMI mengirimkan 1.000 pelindung wajah, 500 sarung tangan karet, penyanitasi tangan serta 100 baju hazmat.

Pada sektor pelayanan, PMI telah mendistribusikan 200.900 liter air, melakukan 44 program dukungan psikososial, tujuh pemulihan hubungan keluarga, 647 layanan kesehatan, serta 39 pelayanan ambulans dan pertolongan pertama.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Sulbar, Kamis (14/1/2021), sekitar pukul 14.35 WITA. Data BMKG, gempa ini berpusat pada jarak 4 kilometer arah barat laut Kabupaten Majene, Sulbar, pada kedalaman 10 kilometer. Sebanyak 20.448 jiwa terdampak, sejumlah 9.905 jiwa mengungsi, 1.002 luka-luka, dan 84 orang meninggal. (izo/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *