SUKABUMI — Membangun Sinergitas Program, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk perencanaan 2026 di Ruang Pertemuan Dinkes, Senin (17/2).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Memantapkan Pembangunan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan’ ini dihadiri langsung Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, Pj Sekda Kota Sukabumi Hasan Asari, Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Bambang Herawanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah, direktur rumah sakit, Kepala OPD, Kepala Puskesmas, UPTD, dan Labkesda.
”Alhamdulillah dari laporan dinkes kinerja pelayanan kesehatan meningkat. Termasuk angka stunting yang menurun menjadi 16 persen,” ungkap Pj Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji di sela kegiatan, Senin (17/2).
Kendati demikian, ada beberapa peningkatan termasuk kasus kematian bayi yang harus menjadi fokus bersama. Di sisi lain Kusmana mengapresiasi Dinkes yang mengakomodir beberapa program sesuai dengan RPD, visi misi Pemprov Jawa Barat, dan Asta Cita pemerintah pusat serta walikota Sukabumi terpilih. Pembangunan kesehatan juga melibatkan rumah sakit termasuk swasta. Sebab, capaian indikator nasional untuk kesehatan termasuk rumah sakit dan puskesmas.
”Berharap pelayanan di puskesmas dan rumah sakit terus meningkat. Hal ini harus menjadi perhatian dari semua elemen di bidang kesehatan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, tujuan FPD ini membangun sinergitas program agar pembangunan terus berkembang. Selain itu menyusun prioritas rencana program dan kegiatan dan memantapkan capaian pembangunan karena Sukabumi jadi pusat kegiatan bagi wilayah sekitarnya.
”Berdasarkan dari Asta Cita, sembilan langkah program unggulan gubernur dan visi misi walikota dan wakil wali kota menjadi dasar menentukan program 2026,” ucapnya.
Menurutnya, ada dua isu strategis yakni pengendalian penyakit dan penurunan stunting dan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan primer. “Dua isu ini, dijadikan isu penganggaran 2026. Saat ini pun pada 2025 isu penurunan stunting tetap menjadi prioritas penanganan,” pungkasnya. (bam/d)






