Azis menegaskan bahwa evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan solusi. “Kalau ada kendala, kita fokus cari jalan keluar terbaik. Setelah itu baru kita evaluasi bersama agar ke depan bisa lebih baik,” tuturnya.
Ia juga menyoroti kendala teknis, seperti perubahan jadwal distribusi makanan tanpa konfirmasi dari pihak dapur, yang berpotensi mengganggu pelaksanaan di lapangan.
Dengan berbagai tantangan tersebut, Azis menekankan bahwa keberhasilan program MBG bergantung pada komunikasi dua arah yang efektif. Ia berharap edukasi yang lebih masif dan koordinasi yang solid dapat membuat program ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(ris/d)






