“Munculnya kebencian ini karena kurangnya ruang jumpa, interaksi dan komunikasi sehingga bisa memicu adanya hoaks. Jadi, denga aksi itu setidaknya terjalin silaturahmi, silatulfikri dan silatulamal,” sebutnya.
Sementara itu, Fitri, salah seorang pengunjung Jalur Lingsel mengapresiasi aksi tersebut. Menurutnya, kampanye tangkal hoaks memang amat perlu disampaikan langsung ke tengah-tengah masyarakat.
“Saya rasa aksi ini bagus ya, saya pun ikut membubuhkan tandatangan. Karena memang, saat ini hoaks menjadi ancaman yang cukup serius. Jadi, hal seperti ini lah yang efektif dilakukan dan langsung sampai ke masyarakat,” pungkasnya.
(upi/d)



