Kegiatan panen ini turut dihadiri oleh jajaran struktural, staf, dan seluruh warga binaan. Menurut Budi, hasil panen kali ini akan segera dikonfirmasi kepada vendor penyedia bahan makanan agar dapat langsung dikonsumsi warga binaan pada hari yang sama, sehingga mendukung prinsip efisiensi dan kebermanfaatan maksimal.
“Selain berdampak pada ketersediaan pangan, program ini juga dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah mereka menyelesaikan masa pidana,” cetusnya.
Menurutnya, budidaya hidroponik menjadi salah satu keterampilan yang relevan dan berdaya saing tinggi di era modern. “Dengan terus melaksanakan panen secara berkala, kami berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan inspiratif, serta membuktikan bahwa pembinaan narapidana dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ketahanan pangan nasional,” tukasnya. (bam/d)






