SUKABUMI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, terus berupaya menggalakan inspeksi mendadak (Sidak) blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hal itu, dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban internal.
Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberantas keberadaan handphone ilegal, pungutan liar, dan peredaran narkoba (Halinar) di dalam lingkungan Lapas. “Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya poin pertama dari 13 program prioritas Menteri Hukum dan HAM, Agus Andrianto, tentang pemberantasan narkoba dan modus penipuan di lapas/rutan,” jelas Budi kepada wartawan, belum lama ini.
Menurutnya, Sidak dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-757.PK.08.05 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya penggeledahan blok hunian secara aman dan efektif. “Selain itu, juga sebagai bagian dari pengawasan internal untuk mencegah penyimpangan prosedur dan potensi gangguan keamanan,” cetusnya.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas berhasil menemukan beberapa barang terlarang. Seluruh temuan kemudian diinventarisasi dan diamankan untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Sebab itu, razia ini akan terus dilaksanakan, baik secara rutin maupun insidentil, sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” paparnya.
Lanjut Budi, pelaksanaan razia ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen kami dalam menjaga lingkungan lapas yang aman, kondusif, dan terbebas dari barang-barang terlarang. “Kami pastikan setiap blok hunian tetap dalam kondisi zero handphone dan narkoba,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, agar razia blok hunian dilaksanakan minimal satu kali dalam seminggu. “Kami harap dengan adanya kegiatan rutin ini bisa semakin memperkuat pengawasan dan penegakan aturan di dalam lapas,” tutupnya. (bam/d)






