Sementara, untuk pelatihan pijat refleks khusus diikuti WBP laki-laki yang dibimbing dan dibina untuk pengenalan tentang pijat refleksi dan gangguan organ tubuh.
“Dalam pelatihan ini ada dua organisasi untuk menjadi pelatih diantaranya adalah LPK IPI pelatih kegiatan tata boga pastry dan LPK Nur Sunda sebagai pelatih pijat refleksi,” paparnya.
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan WBP baik kemandirian maupun kepribadian, agar ketika warga binaan pemasyarakatan menjadi berguna dan dapat diterima dengan baik saat kembali ke masyarakat. “Kegiatan pelatihan ini untuk membekali para WBP agar dapat mandiri dalam hal ekonomi,” pungkasnya. (bam/t)




