WARUDOYONG,RADARSUKABUMI.com– Lahan pertanian di Kota Sukabumi mulai terdampak musim kemarau. Hasil monitoring Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Sukabumi tercatat 0,25 hektar lahan sawah mengering.
Kepada Radar Sukabumi, Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengungkapkan, kendati dampak kemarau mulai terasa, namun di Kota Sukabumi kekeringan akibat musim kemarau masuk kategori sedang. “Pastinya berdampak, terutama bagi lahan pertanian.
Tapi, untuk di Kota Sukabumi tidak terlalu parah. Saat ini sudah seperempat hektar lahan pertanian yang kering akibat kemarau,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (25/6).
DKP3 Kota Sukabumi, lanjut Kardina, telah melakukan pemetaan lahan pertanian yang berpotensi terdampak musim kemarau.
Diantaranya, berada di wilayah Kecamatan Lembursitu, Baros dan Kecamatan Cibeureum. “Hasil pemetaan kami, potensi kekeringan sebenarnya tersebar tapi kategorinya sedang. Jari tidak begitu terlalu dikhawatirkan,” ujarnya.
Selain itu, saat musim kemarau tiba para petani sawah di Kota Sukabumi sudah memahaminya. Artinya, pada daerah yang rawan kondisinya air, pada petani tidak menanam padi.
“Sekarang ini, hasil pemantau kami ada 143 hektar yang masuk usia tanam. Sisanya, ada yang masih masa panen. Biasanya kalau musim kemarau, dari pada beralih ke tanam timun, cabe dan yang lainnya,” pungkasnya.
(upi/t)






