Pusat pembibitan durian unggul ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 7.000 meter persegi. Keberadaannya diharapkan menjadi peluang strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian daerah, membuka lapangan kerja baru di bidang agribisnis dan wisata agro, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar. “Dampaknya bukan hanya pada pertanian, tetapi juga pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Sukabumi,” tegasnya.
Ayep menilai peluncuran pusat pembibitan ini sebagai langkah awal positif, mengingat Sukabumi telah lebih dahulu menanam bibit pohon induk durian berlabel putih, yang di sejumlah daerah lain belum dilakukan. Ia berharap ke depan terbangun kolaborasi kuat antara pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media, sehingga pembangunan sektor pertanian dapat berjalan lebih efektif, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(bam/d)






