Kota Sukabumi Januari -April 82 Kasus DBD , Kecamatan Cikole Terbanyak, Satu Orang Meninggal Dunia

  • Whatsapp

SUKABUMI — Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Sukabumi, masih tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) terhitung Januari hingga April terdapat 82 kasus dan satu diantaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Lulis Delawati mengatakan, satu orang korban yang meninggal itu merupakan warga Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini ada satu yang meninggal dunia. Sedangkan, pada tahun lalu dari jumlah 241 kasus yang ada, tiga diantaranya meninggal dunia,” kata Lulis kepada Radar Sukabumi, Selasa (13/4).

Adapun, lanjut Lulis, beberapa kecamatan yang mendomonasi kasus DBD ini yakni, Kecamatan Cikole, Cibereum dan Kecamatan Baros.

“Kasus terbanyak itu dari Kecamatan Cikole yang jumlahnya mencapai 21 kasus,” ucapnya.

Dengan tingginya angka kasus DBD ini, menunjukkan warga harus tetap mewaspadai penyebaran penyakit DBD.

Seperti, melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus. “Gerakan itu yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, dan tempat penampungan air minum. Selain itu menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum dan toren air,” ujarnya.

Selain itu, sambung Lulis, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

“Upaya lainnya menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Lulis berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan kasus DBD pada tahun ini bisa berkurang. “Mudah-mudahan tahun ini kasusnya tidak meningkat. Terpenting, masyarakat harus menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (bam/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *