Korban Penipuan Pajak di Kota Sukabumi Bersatu, Minta Pertanggungjawaban P3DW

Samsat-Kota-Sukabumi

CIKOLE – Sejumlah korban penipuan oknum pegawai Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Sukabumi, kini berupaya menghimbau wajib pajak yang bernasib serupa. Hal itu, dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Salah seorang korban warga Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, HH (42) mengungkapkan, saat ini baru ada tujuh orang yang bernasib serupa berhasil dihimpun.

Bacaan Lainnya

“Saya masih tetap memperjuangkan hak saya dan yang lainnya agar ada pertanggungjawaban dari Samsat Kota Sukabumi,” kata HH kepada Radar Sukabumi, Rabu (25/1).

Beberapa hari lalu, sambung HH, sempat menerima telpon dari seseorang yang meminta agar mencabut laporan polisi yang sudah dilayangkan korban.

“Beberapa hari yang lalu saya ditelpon juga sama pimpinannya, minta saya suruh cabut laporan polisi. Katanya sih dia mau tanggungjawab kerugian. Tapi sayangnya, haya kerugian saya sedang yang lain belum jelas nasibnya,” bebernya.

Sebab itu, HH meminta agar pihak Samsat dapat bertanggungjawab atas terjadinya dugaan penipuan yang dilakukan oknum pegawai P3DW tersebut. “Kami harap pihak Samsat bertanggungjawab kepada semua korban,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto menjelaskan, sejauh ini jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota sudah melakukan pemanggilan terhadap sejaumlah saksi termasuk Kepala P3DW Kota Sukabumi Iwan Juanda. “Ya, Kepala P3DW sudah kami mintai keterangan sebagai saksi,” jelasnya.

Sejauh ini, Satreskrim Polres Sukabumi Kota sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk Kepala P3DW Kota Sukabumi.

“Hasil perkembangan pemeriksaan penyelidikan terhadap kasus dugaan penipuan yang dilakukan pegawai honorer P3DW sedang berjalan. Beberapa waktu lalu ada pelapor yaitu mengurus mutasi kendaraannya namun sampai saat ini tidak selesai, sehingga pelapor melaporkanya,” ujarnya.

Menurut Yanto, korban yang melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut baru satu orang dengan kerugian Rp5 juta. “Perkara ini masih dalam penyelidikan dan belum naik ke penyidikan. Kami masih selidiki, kemungkinan pasti ada korban lain,” cetusnya.

Disinggung soal adanya orang dalam, Yanto mengaku, sejauh ini Polisi belum bisa memastikan terkait dugaan adanya keterlibatan orang dalam.

“Kami belum bisa memastikan namun kami masih dalam penyelidikan terhadap kasus ini, mohon sabar nanti akan berikan informasi apabila sudah ada perkembangan lebih lanjut,” tukasnya. (bam)

Pos terkait