Komunitas Hijabers Sukabumi Ajak Syiar Bareng, Peringati IHSD

Hijabers Mom Community
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat foto bersama dengan anggota dan pengurus HMC Sukabumi

SUKABUMI – International Hijab Solidarity Day (IHSD) yang diperingati setiap tanggal 4 September menjadi momen bersejarah bagi kaum muslimah dunia, termasuk muslimah di Kota Sukabumi. Hal itu sebagai upaya mendukung perempuan Muslim di berbagai negara yang tidak memiliki kebebasan untuk berhijab.

“Semangat untuk para muslimah seluruh dunia. Ayo tekadkan dalam hati untuk menunaikan syariat islam semampu kita, salah satunya berhijab. Aktifitas apapun berhijab bukan jadi batasan dan halangan.

Bacaan Lainnya

Semua pasti bisa kita lakukan bersamaan,”ungkap Anies Anggraeni ketua Hijabers Mom Community (HMC) Kota Sukabumi pada Radar Sukabumi. Minggu (4/9).

Anies Anggraeni atau yang akrab di sapa Mom Tata, mengajak sekaligus mendukung seluruh muslimah di dunia agar menggunakan hijab sebagai kewajiban muslimah untuk menutup aurat.

“Kita para perempuan muslimah Indonesia merupakan perempuan yang sangat beruntung karena pemakaian hijab, sebagai salah satu penutup aurat, mampu mendapat dukungan yang positif.

Namun, kebebasan untuk memakai hijab ini ternyata tidak semua dirasakan oleh saudara muslim kita dari berbagai belahan dunia lho,” ungkap Anies pada Radar Sukabumi. (4/9/2022)

Anies juga mengatakan bahwa hari peringatan ini diadakan untuk mendukung muslimah di negara lain yang tidak bisa mendapatkan kebebasan berhijab.

Sebab, banyak pemerintah di negara Barat yang melarang masyarakatnya untuk memakai sesuatu yang berhubungan dengan simbol keagamaan, seperti hijab.

“Dengan jalannya syariat islam dalam segala aktifitas kita. Melibatkan Allah dalam aktifitas kita. Pasti Allah mudahkan. Tetap semangat syiar,”sambungnya.

Ia pun mengatakan bahwa Hijabers Mom Comunity Sukabumi selalu menerima dan terbuka bagi siapapun yg mau belajar bersama untuk berhijab dari profesi apapun. “Insya Allah kami selalu berusaha memfasilitasi untuk menjadi muslimah sesuai syariat islam,”paparnya.

Komunitas yang saat ini berjumlah 209 anggota ini dikatakan Anies sering mangadakan bakti sosial, hususnya program Jumat Berkah yang di selenggarakan setiap minggu dihari jumat.

Selain itu rutin di adakan kajian dan pengajian bagi seluruh anggota. Kata Anies HMC terbuka bagi muslimah yang ingin bergabung dengan mereka.

“Dalam ADART kami salah satunya member tidak diperkenankan membuka hijab yang up di media sosialnya. Kemudian member menjaga adab/etika yang sejalan dengan syariat islam. Jika itu terjadi pelanggaran maka ketua berhak mengeluarkan member tersebut dari keanggotaan HmC,”pungkasnya. (cr3/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.