Kerugian Bencana 2022 di Kota Sukabumi Rp 12,6 Miliar, Banjir dan Longsor Mendominasi

Banjir Kota Sukabumi
EVAKUASI: Sejumlah petugas BPBD Kota Sukabumi saat melakukan evakuasi bencana di salah satu wilayah di Kota Sukabumi

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat, kerugian akibat bencana di Kota Sukabumi dalam kurun waktu Januari-Desember 2022 ditaksir mencapai hingga Rp 12,6 miliar. Di mana kerugian terbesar akibat bencana banjir dan longsor.

”Dari hasil rekapitulasi taksiran nilai kerugian yang terdampak akibat bencana total taksiran kerugian Rp 12.696.996.850,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami.

Bacaan Lainnya

Diterangkan dia, adapun kerugian akibat banjir ditaksir mencapai sebesar Rp 5.354.470.000 dan longsor Rp 4.498.443.850. Berikutnya mebakaran permukiman Rp 1.450.600.000, cuaca ekstrem Rp 1.026.158.000, kebakaran transportasi Rp 170.000.000, gempa bumi Rp 161.525.000, dan angin topan beliung Rp 35.800.000.

Bila diklasifikasikan per wilayah kata Zulkarnain, maka kerugian terbesar dilaporkan di Kecamatan Baros Rp 3.171.875.000 dan Cikole Rp 2.568.350.000. Berikutnya Kecamatan Cibeureum Rp 2.662.621.000, Warudoyong Rp 1.258.008.000, Lembursitu Rp 1.222.621.000, Gunungpuyuh Rp 1.118.497.850, dan Citamiang Rp 543.200.000.

Di sisi lain, di sepanjang satu tahun lalu yakni Januari hingga Desember 2022 tercatat sebanyak 225 kejadian bencana di Kota Sukabumi. Di mana mayoritas bencana di wilayah tersebut adalah tanah longsor.

Data dari BPBD Kota Sukabumi menyebutkan, total bencana sepanjang 2022 dari Januari hingga Desember sebanyak 225 kejadian.

” Hasil dari pendataan menyebutkan total bencana di sepanjang 2022 sebanyak 225 kejadian dan terbanyak longsor,” terang Zulkarnain.

Rincian bencana tersebut adalah angin topan atau beliung sebanyak 4 kejadian, banjir 40 kejadian, cuaca ekstrem 60 kejadian, gempa bumi 5 kejadian, kebakaran permukiman 34 kejadian, tanah longsor 80 kejadian, dan kebakaran transportasi 2 kejadian.

Sementara itu kejadian bencana terbanyak terjadi pada Februari 35 kejadian, Desember 34 kejadian, Oktober 30 kejadian, September 27, dan November 25 kejadian.

Zulkarnain menuturkan, bencana ini menyebabkan bangunan rusak sebanyak 933 unit. Rinciannya rusak berat 57 unit, rusak sedang 223 unit, dan rusak ringan 653 unit.

Sementara korban jiwa yakni meninggal sebanyak dua orang, luka ringam 8 jiwa dan mengungsi sebanyak 34 jiwa serta terdampak sebanyak 133 jiwa. Zulkarnain menuturkan, khusus pada Desember 2022 tercatat ada sebanyak 34 kejadian bencana.

”Tanah longsor mendominasi sebanyak 17 kejadian,” cetus Zulkarnain. Berikutnya cuaca ekstrem 8 kejadian, banjir 6 kejadian, angin topan 1 kejadian, kebakaran 1 kejadian, dan gempa bumi 1 kejadian.

Sementara jumlah korban terdampak sebayak 43 jiwa dan jumlah bangunan rusak 56 unit. Selain itu ada sebanyak sembilan orang warga yang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Whardani menambahkan, sepanjang 2022 lalu petugas BPBD telah maksimal dalam melakukan penanganan maupun mitigasi terhadap bencana. Selain itu dengan melibatkan para relawan penanggulangan bencama dan forum pengurangan risiko bencana.

”Warga didorong untuk siaga dalam menghadapi bencana,” kata Imran. Sehingga ketika terjadi bencana bisa diantisipasi dalam menekan munculnya korban jiwa maupun kerugian materil. (*/cr4/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *