Pemkot Sukabumi Dikunjungi MUFPP, Perkuat Ketahanan Pangan

Pemkot Sukabumi MUFPP
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada. saat menerima kunjungan dari MUFPP Secretariat Mr Filippo Gavazzeni di Balai Kota Sukabumi, Senin (9/1).

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi kedatangan Head of Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) Secretariat Mr Filippo Gavazzeni di Balai Kota Sukabumi, Senin (9/1). Kunjungan tamu asing tersebut disambut langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada.

Kedatangan MUFPP ini, karena Kota Sukabumi menjadi bagian dari pengembangan sistem pangan kota berkelanjutan di dunia. Selain Head MUFPP Secretariat, hadir pula Steering Committee MUFPP Regional Asia Pasifik Gin Gin Ginanjar, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Iskandar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nuraeni Komarudin dan Plt Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Asep Suhendrawan.

Bacaan Lainnya

”Kami menyambut baik kedatangan Head of MUFPP ke Kota Sukabumi, dalam pengembangan sistem pangan kota berkelanjutan,” ujar Dida.

Ia menambahkan, ketersediaan lahan pertanian dan sumber daya manusia di perkotaan, menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, tantangan ini menjadi peluang untuk pengembangan berbagai inovasi yang diciptakan DKP3. Sehingga Kota Sukabumi bisa menjaga sektor ketahanan pangan bagi warganya.

Sekretaris DKP3 Kota Sukabumi Susiana menambahkan, berbagai langkah dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan. Inovasi dan strategi ini diperlukan karena selama ini ketersedian pasokan pangan 70 persen dari luar daerah.

“Salah satunya dengan kegiatan Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B). Selain itu, melalui inovasi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan melalui penanaman cabai dan menginisiasi Gerakan Tanam Cabe Untuk Kendalikan Inflasi (Gertabe U-Kensi),” terangnya.

Di tempat yang sama, Steering commitee regional Asia Pasifik MUFPP, Gin Gin Ginanjar mengungkapkan, kunjungan ini untuk menguatkan jejaring kota terlibat dalam misi bersama membangun sistem pangan kota berkelanjutan.

” Kami hadir di Kota Sukabumi karena Sukabumi menjadi salah satu kota, dari 11 kota di Indonesia sangat aktif untuk ikut beberapa pertemuan dan diskusi kegiatab MUFPP,” cetus dia.

Kedatangan Head MUFPP Secretariat ini terang Gin Gin sebagai apresiasi sehingga berkunjung langsung ke Sukabumi. Nantinya MUFPP bisa melihat apa yang menjadi perhatian pengembangan pangam di Sukabumi.

”Momen ini jadi pembelajaran dan punya komitmen ada pengembangan pangan perkotaan,” cetus Gin Gin, yang juga kepala Dinas Ketahanan apangan dan Pertanian Kota Bandung. Di mana pada 17 Oktober 2022 lalu Kota Bandung diundang global forum MUFPP karena meraih penghargaan dunia.

Sebab dinilai mampu mengembangkan ketahanan pangan berbasis keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan optimal atau urban farming. Di mana ada 8 unsur walaupun lahan sempit optimalkan 8 aktifitas yakni tanam sayuran, buah, tanaman obat, dan lain sebagainya. (cr4/t)

Pos terkait