PARNGKUDA, RADARSUKABUMI.com – Pembacok Saepudin AS (35) hingga kini masih ditangani pihak rumah sakit R Syamsudin, Kota Sukabumi. Penanganan ini untuk memastikan terkait kejiwaannya, yang disinyalir mengalami gangguan sejak lama.
Ketua Tim Informasi RSUD Syamsudin SH, dr. Wahyu Handriana mengatakan, pelaku kini sedang dirawat dan diobservasi di Ruang Kemuning. Untuk penanganannya, AS langsung ditangani oleh dokter spesialis kejiwaan. “Masih kita tangani, langsung oleh ahlinya,” ujar Wahyu kepada wartawan, kemarin.
Wahyu mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, AS memang mengalami gangguan jiwa. Kemungkinan besar, penyakitnya itu sudah diidapnya sejak lama. Namun sayangnya, Wahyu belum mengetahui penyebab AS mengalami gangguan tersebut. “Observasi bisa tiga hari, seminggu, tergantung dokternya. Hasilnya akan dikeluarkan apabila ada permintaan surat keterangan dari pihak kepolisian,” pungkas Wahyu.
Sementara itu dihubungi terpisah, Panit Reskrim Polsek Parungkuda, Bripka Budiarto menegaskan, kasus pembacokan ini masih dalam proses dan sekarang pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan dokter jiwa yang menangani pelaku. “Proses hukum terus berjalan, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter jiwa yang menanganinya,” ujar Budiarto.
Menurut Budi, bila hasil pemeriksaan dokter menyatakan pelaku mengalami gangguan jiwa, maka pelaku akan dikirim ke RS jiwa Cilendek untuk direhabilitasi. Pengiriman ini dilakukan supaya tidak terjadi lagi aksi yang sama dan juga tindakan yang tidak diinginkan dari warga sekitar. “Jangan sampai ketentraman warga terganggu. Makanya kalau positif, ya kita kirim ke sana,” tegasnya.
seperti diberitakan sebelumnya, Saepudin (54), warga Kampung Pamatutan, RT 52/22, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda nyaris tewas setelah dianiaya AS, penderita gangguan jiwa sekira pukul 21.30 WIB, Kamis (4/7) lalu. Beruntung, warga langsung melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi agar segera ditangani tim medis.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, Saepudin dianiaya AS saat berada di halaman rumahnya. Perutnya ditikam dengan sebilah golok, hingga ususnya nyaris terburai. Bahkan telinga dan bagian belakang kepalanya pun turut menjadi sasaran, hingga mengalami luka sobek cukup serius.
Kapolsek Parungkuda, Kompol Maryono mengungkapkan, penganiayaan ini berawal ketika korban ke luar rumah seorang diri. Saat itu kondisi kampung tengah sepi. Tanpa diduga, AS datang dengan membawa senjata tajam jenis golok dan langsung menganiaya korban. “Tanpa basa-basi, pelaku ini langsung menusuk perut korban. Saat itu, korban berusaha lari namun tersangkut batu hingga akhirnya terjatuh,” ungkap Maryono kepada Radar Sukabumi, kemarin (5/7).
Mendapati korban terjatuh, lanjut Mayono, bukannya berhenti, pelaku malah semakin beringas dan kembali menyerang korban hingga terkapar. Mengetahui korban sudah tak berdaya, AS langsung meninggalkannya. “Korban berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, warga ramai berdatangan dan menolong korban,” ujarnya.
Maryono mengaku, petugas yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD Sekarwangi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, AS langsung diamankan dan dilarikan ke RSUD Syamsudin, Kota Sukabumi. “Kami langsung mengamankan pelaku waktu itu juga. Karena pengakuan keluarga dan juga warga sekitar pelaku ini mengalami gangguan jiwa, kami pun membawanya ke rumah sakit Bunut untuk diperiksa dan memastikannya,” jelasnya.
Seraya menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit Bunut, pelaku berada dalam pengawasan aparat kepolisian. Sementara barang bukti yang digunakan pelaku saat menganiaya korban, sudah diamankan. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Untuk sementara ini, barang bukti yang digunakan pelaku sudah kami amankan,” tandasnya.
Sementara itu, Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah mengatakan, korban mengalami luka bacok di kepala, tangan kiri dan kanan, perut, telinga kiri, pipi dan kaki kanan. “Karena lukanya cukup parah, ada bagian yang harus ditangani dokter bedah. Rencananya sekarang masuk ruang operasi,” singkatnya. (bam/den/d)



