Kebakaran di Kota Sukabumi sampai Mei 2022, Kerugian Capai Rp600 Juta

Kebakaran Citamiang Sukabumi
UPAYA PEMADAMAN: Sejumlah petugas Damkar Kota Sukabumi saat berupaya memadamkan api di TPU Kebon Jengkol RT4/10, Kelurahan Naggeleng, Kecamatan Citamiang, Kamis (19/5).(Foto : IST)

CIKOLE – Kasus kebakaran di Kota Sukabumi, masih tinggi. Terbukti, sepanjang Januari sampai Mei 2022 terdapat sebanyak 22 kejadian. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Kasi Pemberdayaan dan Pelatihan Masyarakat Damkar Kota Sukabumi, Kurnia menjelaskan, dari data yang tercatat dari sebanyak 22 kebakaran ini diprediksi menelan kerugian sebesar Rp600 juta.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya kerugian materi saja yang jumlahnya mencapai sekitar Rp600 juta,” kata Kurnia kepada Radar Sukabumi, Jumat (3/6).

Kurnia menerangkan, dari 22 kejadian kebakaran ini paling tinggi didominasi= Kecamatan Warodoyong yang jumlahnya mencapai lima kejadian dan disusul Kecamatan Cikole yang mencapai empat kasus.

“Sisanya, tersebar dibeberapa kecamatan seperti Citamiang, Gunungpuyuh, Lembursitu, Baros dan Cibeureum,” bebernya.

Adapun, penyebab kebakaran hingga saat ini masih didominasi akibat terjadinya arus pendek atau korsleting listrik.

“Memang kebanyakan penyebab kebakaran terjadi karena korsleting listrik maupun kelalaian pemilik rumah. Misalnya, lupa mematikan kompor gas,” ucapnya.

Kurnia mengingatkan bahaya kebakaran kepada masyarakat yang terjadi akibat kelalaian. Sebab itu, masyarakat hatus tetap waspada terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.

“Terpenting selain juga memasang alat pendeteksi asap juga sediakan alat pemadam kebakaran di rumah seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” pungkasnya. (bam/radar sukabumi)

Damkar pada Satpol PP Kota Sukabumi
Sejumlah petugas Damkar pada Satpol PP Kota Sukabumi saat melakukan pemadaman api

Pos terkait

Tinggalkan Balasan