SUKABUMI – Jumlah kasus kebakaran di Kota Sukabumi, masih tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Damkar selama Januari hingga April 2023 terdapat sebanyak 12 kasus. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp600 juta lebih.
Kabid Penyelamatan dan Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi mengatakan, kasus kebakaran ini disebabkan beberapa faktor diantaranya, faktor kelalaian manusia dan hubungan arus pendek listrik.
“Alhamdulillah dari 12 kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja yang ditaksir mencapai Rp600 juta lebih,” kata Ujang kepada Radar Sukabumi, Selasa (2/4).
BACA JUGA: Damkar Kota Sukabumi Catat, Si Jago Merah Dua Kali Ngamuk Selama Lebaran 2023
Adapun, lanjut Ujang, rincian data kebakaran yakni, tiga Januari, tiga Februari, empat Maret dan dua kejadian pada April. “Jika melihat dari data yang ada, kebanyakan kebakaran terjadi pada Maret dimana jumlahnya mencapai empat kali kebakaran,” ujarnya.
Sejauh ini, sambung Ujang, Damkar tidak hentinya menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menangani apabila terjadi potensi kebakaran khususnya yang ditimbulkan gas.
“Apabila terjadi kebocoran gas maupun kompor, warga diminta agar tidak panik dan bisa memadamkan api menggunakan kain yang sudah dibasahi,” bebernya.
Ujang menghimbau, agar warga tetap waspada dengan potensi kebakaran, terutama apabila hendak meninggalkan rumah.
“Warga harus terlebih dulu mengecek keadaan rumah saat hendak bepergian jangan sampai lupa mematikan kompor karena berpotensi terjadi kebakaran,” pungkasnya. (bam)






