SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memacu kesiapan seluruh perangkat daerah dalam menghadapi ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan predikat “Kota Sangat Inovatif” yang telah diraih pada IGA 2024 lalu.
Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Sukabumi, Ismail Aini, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima radiogram dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri terkait dimulainya proses pelaporan inovasi. Seluruh pemerintah daerah diminta segera melaporkan inovasi yang masih berjalan dalam dua tahun terakhir.
“Menyikapi hal ini, kami langsung menggelar bimbingan teknis (bimtek) penginputan inovasi di tingkat perangkat daerah, sekolah, puskesmas, kecamatan, dan kelurahan. Tujuannya agar semua inovasi yang dilaporkan memenuhi indikator yang ditetapkan,” ujar Ismail kepada wartawan, Rabu (9/7).
Ismail menjelaskan bahwa IGA 2025 memiliki sejumlah indikator tambahan dibanding tahun sebelumnya. Di antaranya adalah keberpihakan terhadap pemberian Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), jumlah penerima manfaat, serta kelengkapan dokumen administratif seperti surat keputusan (SK) yang sah.
Selain itu, inovasi yang dilaporkan juga wajib menyentuh tiga urusan wajib pelayanan dasar, yakni pendidikan, sosial, dan tata ruang atau permukiman. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Sukabumi, mengingat dari total 305 inovasi yang dimiliki, lebih dari 170 di antaranya masih didominasi oleh sektor kesehatan.
“Untuk bidang kesehatan kita sudah cukup kuat. Tapi tahun ini, inovasi dari sektor pendidikan, sosial, dan tata ruang juga harus diperkuat. Kalau tidak memenuhi unsur tersebut, inovasi tidak akan diterima dalam penilaian,” jelasnya.






