Jalan Rusak, Truk Tronton Terguling , Arus Lalu Lintas Cibeureum di Blokir

  • Whatsapp
Petugas bersama warga saat mengevakuasi truk tronton bermuatan batu sirtu yang terguling dan menghantam bangunan rumah warga.

CIBEUREUM- Kondisi jalan rusak yang berada di Jalan Pembangunan Kampung Selakaso, Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum kerap terjadi kecelakaan. Kali ini sebuah truk tronton bernopol B-9627-BYU bermuatan batu sirtu terguling dan menghantam bangunan rumah warga sekitar pukul 22.30 WIB. Beruntung kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Kronolgis kejadian truk Hino Dumper yang dikemudikan oleh Ilham Maulana dan membawa penumpang Saepullah ini melaju dari arah Sukaraja menuju arah Jalan RA Kosasih.

Bacaan Lainnya

Pada saat pertigaan menuju Jalan Pembangunan atau Selakaso kendaraan yang melaju dengan kecepatan sedang tersebut tergelincir dan hilang kendali sehingga terguling. Batu sirtu yang dibawa kendaraan tersebut pun masuk ke sebuah rumah tempat jahit.

Kondisi lalu lintas pun terpaksa ditutup sementara menuju arah Jalan Pembangunan hampir 14 jam lamanya.

“Ini kejadiannya tadi malem, sampai saat ini (pukul 11.00 WIB) belum juga selesai. Evakuasi batu sirtu yang lama, masa diangkut pake mobil engkel sedangkan ini kan banyak.

Tapi Alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” kata Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Babakan, Enang Sulaeman kepada Radar Sukabumi, Kamis (24/9).

Enang pun menjelaskan bahwa kondisi jalan dipertigaan Jalan pembangunan dan RA Kosasih ini sudah lama rusak parah. Rawan terjadi kecelakaan kalau dimalam hari, apalagi ini jalan dilalui oleh kendaraan besar. “Jalan ini kan dilalui oleh truk bus yang besar besar. Tapi kondisi jalan rusak parah, bahaya sekali,” katanya.

Dirinya berharap jalan milik provinsi Jawa Barat ini segera diselesaikan sehingga tidak akan terjadi kecelakaan lagi. Bukan hanya di tambal biasa saja. “Ini jalan harus segera di beton biar tidak rusak lagi,” katanya.

Sementara itu, pemilik rumah tukang jahit, Sihabudin mengaku ingin segara rumahnya diperbaiki lagi. Apalagi tempat yang terkena tumpukan batu sirtu itu tempat usaha jahit. “Kami ingin ganti rugi secepatnya. Biar kami bisa kembali normal bekerja,” pungkasnya. (bal)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *