Ia pun menghimbau kepada masyarakat, agar jangan sampai cepat panik dengan mengatakan stok elpiji kosong, padahal hanya telat pedistribusian saja.
“Jangan sampai masyarakat panik sekali, biasanya yang seperti itu para pedagang yang tidak mendapatkan, sehingga masyarajat ikut panik,” urainya.
Sementara itu, untuk BBM pun dipastikan stok aman di setiap SPBU, dikarenakan setiap SPBU di Kota dan Kabupaten Sukabumi minimal stok ada di 50 persen kapasitas penyimpan BBM disetiap SPBU.
“Misal, kapasitas penyimpanan BBM di SPBU Ciaul sebanyak 50 ton, maka minimal harus ada 25 ton per hari, sehingga stok tidak kekurangan,” imbuhnya.
Yudha berharap, masyarakat dimohon membeli elpiji dan BBM sesuai kapasitasnya. Seperti tabung elpiji untuk 3 kg hanya untuk masyaralat miskin dan BBM jenis premium untuk masyarakat miskin pula dan kendaraan umum.
“Kan ada kapasitas diatas 3 kg yakni untuk masyarakat menengah keatas, Begitu juga BBM jenis premium, jangan mobilnya honda jazz misalkan tapi membeli yang bersubsidi,” pungkasnya.
(Cr17/t)



