Gegara Corona, Guru Honorer di Sukabumi Jualan Makanan Khas Korea

  • Whatsapp
Founder Yukosuki Yuni Nurwita (baju merah) dan Chief Production Officer Resna Sepriani berfoto bersama makanan steambot sukiyaki dan grill di kantor Radar Sukabumi (Foto: WIDI / RADAR SUKABUMI) 

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Yuni Nurwita, wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di Sukabumi terpaksa banting setir menjadi pedagang masakan khas Korea. Hal ini dilakukannya akibat terdampak wabah virus corona atau Covid-19 yang menimbulkan banyaknya orang yang berkurang pendapatan hingga PHK.

Yuni diketahui seorang guru honorer di SMPN 12 Kota Sukabumi dan sudah mengabdi selama 15 tahun, terpaksa banting setir dengan memilih menjadi penjual makanan khas Korea yang saat ini sedang viral.

Bacaan Lainnya

Adalah Yukosuki, nama tersebut mungkin saat ini sudah tidak asing lagi bagi warga Sukabumi, khususnya pecinta kuliner Korea.

Ya, Yukosuki menyediakan makanan ala Korea yang saat ini sedang viral seperti menu steamboot dan barberque daging panggag. Namun uniknya menu makanan steambot ini konsumen tidak perlu datang ke cafe apalagi di masa pandemi, tapi makanan akan datang kerumah dan masak sendiri di rumah.

“Jadi awalnya itu karena pandemi gitu kan, kita mikir gitu apa nih yang bisa dijadikan usaha tambahan. Karena ngeliat sekarang di Sukabumi lagi booming steambot sama daging panggang gitu kenapa kita gak coba buka aja, ” terangnya Yuni.

Bermodalkan nekad dan memanfaatkan teknologi, Yuni yang juga dibantu keponakan Resna Sepriani yang juga seorang guru honorer di SMPN 1 Kota Sukabumi meracik bumbu sendiri.

“Jadi yang kita bikin sendiri itu saus untuk panggannya sama kuah steambotnya dan itu kita ngulik sendiri sambil lihat contoh di internet, “tuturnya.

Uniknya steambot dan grill ala Yukosuki, konsumen tidak perlu repot keluar rumah, pesanannya bisa diantar langsung oleh owner kerumah.

“Jadi kita ini gk punya cafe, sistemnya delivery. Pesanan konsumen kita antarkan ke rumah lengkap dengan peralatan masaknya,” kata Yuni guru Seni dan Budaya ini.

Yukosuki sendiri sudah berjalan selama tiga bulan, meski baru seumuran jagung namun, usahanya ini banyak disukai konsumen.Terbukti dalam sehari ia bisa menerima orderan 4-5 komsumen dan di akhir pekan ia bisa mencapai 12 kali orderan

“Alhamdulilah dari yang awalnya punya peralatan seperti kompor dan panggangan satu sekarang punya empat,” tuturnya.

Untuk harganya dibanderol Rp75ribu per pack dan untuk orderan minimal 4 pack. “pesananan minimal H-1 dan untuk waktunya kita kasih 2 jam jadi klo udah 2 jam kita bawa lagi peralatannya. Untuk harga segitu udah termasuk sewa peralatannya,” tambahnya.

Dikatakan Yuni, usaha barunya tersebut membawa manfaat yang cukup baik, terlebih dimasa pandemi seperti ini dimana pendapatan ekonomi yang sulit. Namun meski begitu ia tetap bersyukur usaha yang baru dirintisnya ini bisa diterima oleh masyarakat.

“Pesanan kita serinnya ke instansi pemerintahan, terus acara ulang tahun dan pernah pak wali kota sukabumi juga pesan, ” terangnya.

Disamping kesibukannya sekarang pengusaha kuliner, Yuni juga tak lupa tugas utamanya sebagai seorang pendidik. Oleh karena itu, sebelum menyiapkan pesanan untuk konsumen, setiap pagi Yuni menyiapkan bahan materi pembelajaran untuk muridnya.

“Jadi subuh, saya mulai siapkan materi untuk anak-anak jadi nanti tinggal jelaskan dan kasih tugas, beres itu langsung anterkan orderan, ” pungkasnya (wdy/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *