Gandeng Lapas Sukabumi, Inovasi Lasegar Masuk 10 Nominator Penghargaan IGA

ANTUSIAS: Kalapas Kelas IIB Sukabumi saat menyambut kunjungan Tim Penilai IGA di Lapas Kelas IIB Sukabumi, Senin (5/12). FT: IST

SUKABUMI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menerima tim penilai Innovation Government Award (IGA) untuk menilai program Lapas Sehat dan Bugar (Lasegar) yang kini digemborkan Lapas Kelas IIB Sukabumi.

Tim penilai IGA ini, berasal dari Kemendagri dan Universitas Indonesia. Dalam kunjungan ini, juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan Bapeda Kota Sukabumi dan Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi. “Tim penilai IGA ini, menilai program Lasegar yang merupakan inovasi antara Puskesmas Pabuaran dengan Lapas Kelas IIB Sukabumi dalam pelayanan kesehatan warga binaan, sehingga inovasi ini juga terpilih dalam nominasi IGA tingkat nasional,” ungkap Kepala Lapas Sukabumi, Christo Toar kepada Radar Sukabumi, Senin (5/12).

Bacaan Lainnya

Christo menjelaskan, tim penilai IGA secara langsung menilai beberapa kegiatan dan mengecek ruang klinik, rawat inap, ruang laktasi, blok wanita dan ruang dapur untuk bahan penilaian. Adapun, program Lasegar dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan memberikan pengetahuan kader kesehatan. “Program Lasegar ini untuk meningkatkan layanan kesehatan serta menambah pemahaman bagi kader kesehatan Lapas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pabuaran, Lita Herliawati menambahkan, inovasi Lasegar ini untuk pemenuhan hak dasar kesehatan, peningkatan status kesehatan melalui pelayanan komprehensif, peningkatan kemandirian WBP serta peningkatan kolaborasi dan kemitraan antara Puskesmas dan Lapas.

“Perlu diketahui Lasegar merupakan sebuah saranan program untuk membantu mengidentifikasi dan memutus mata rantai penyebaran penyakit menular dan penyakit tidak menular di dalam Lapas, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan rasa aman, nyaman dan tanpa diskriminasi kepada warga binaan Lapas,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait