9 Orang Pelaku Penyalahgunaan BBM Solar di Sukabumi Diciduk Polisi

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Dian Poernomo
MENUNJUKAN :  Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Dian Poernomo saat melakukan rilis pengungkapan kasus Penyalahgunaan BBM Solar di Sukabumi. (foto : Nandi Radar Sukabumi)

SUKABUMI — 9 orang terduga pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar di Sukabumi diciduk Polisi.  Informasi didapat dari Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Dian Poernomo, ke 9 orang ini diamankan jajaran kepolisian unit reskrim dari tiga kasus berbeda di dua lokasi yakni wilayah kecamatan Cibadak dan kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dimana pengungkapan kasus pertama berhasil diamankan pria berinisial A (46) warga Bogor.

Dian mengatakan, A diamankan berawal Jum’at (11/11) sekitar pukul 09.00 Wib anggota Sateskrim polres sukabumi menerima informasi adanya dugaan kegiatan pembelian bahan bakar minyak jenis solar di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang berada disekitar wilayah kecamatan Cibadak dengan menggunakan kendaraan minibus merk isuzu Fanther dengan nomor polisi F 9221 WB yang telah dimodifikasi menggunakan tangki atau kempu.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, kata Dian melalui informasi tersebut anggota unit II Tipidter Satreskrim polres sukabumi langsung melakukan penyelidikan ke setiap SPBU yang berada disekitar wilayah Cibadak dan didapati kendaraan dimaksud sedang melakukan pengisian bbm jenis solar, setelah dilakukan pengecekan ditemukan didalamnya terdapat tangki atau kempu yang berisikan BBM jenis solar kurang lebih sebanyak 550 liter.

“Tersangka A ini melakukan pengisian bbm solar dibeberapa SPBU kemudian akan dibawa keluar kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Modus yang dilakukan A kata Dian, melakukan pembelian BBM berkeliling ke setiap SPBU yang berada di wilayah kecamatan Cibadak diantaranya mulai dari daerah Ongkrak, Karang tengah, Kadupugur menggunakan minibus isuzu Fanther yang telah dimodifikasi didalamnya menggunakan tangki atau kempu dan telah dipasang mesin pompa penyedot solar.

“Kita kenakan pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas yang telah diubah pasal 40 angka 9 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang ciptakerja terkait penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga BBM dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun, dan Barang bukti yang telah kita amankan, kendaraan jenis mini bus merk isuzu fanter dan juga satu buah kontak kunnci kendaraan, bbm untuk izuzu fanter ini sebanyak 550 liter,” jelasnya.

Lanjut Dian, sementara untuk kasus kedua, satreskrim mengamankan pria berinisial HH (28) warga Desa Cilodong, Kota Depok pada Rabu, (17/11) sekitar pukul 06.15 Wib, juga modus yang dilakukannya hampir sama dengan yang dilakukan tersangka A, hanya saja dalam operasinya pelaku menggunakan kendaraan truk box warna kuning dengan nomor polisi F 8836 FS yang didalamnya juga telah dimodifikasi menggunkan kempu ataupun tangki.

“Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan BBM jenis Solar sebanyak 1.500 liter atau 1,5 Ton langsung kita amankan berikut barang bukti satu unit kendaraan mitsubishi colt diesel, dua unit kempung berisikan BBM, satu lembar struk pembelian, untuk pasal yang kita sangkakan sama dengan kasus pertama,” terangnya.

Pos terkait