SUKABUMI – dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mendorong pelaku UKM agar naik kelas dengan masuk ke pasar modern.
Langkah ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha pasar modern yaitu Departemen store.
‘’Harus ada kerjasama yang baik antara pengusaha besar dengan para pelaku UKM berupa kemitraan,’’ aku Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharam kepada Radar Sukabumi usai menghadiri festival UKM di sebuah pasar modern yang ada di Kota Sukabumi, kemarin (8/9).
Menurutnya pasar modern atau mall dapat menyediakan tempat yang diisi oleh para UKM. Agus mencontohkan, pasar modern yang ada di Kota Sukabumi tanpa diminta pemerintah memberikan ruang bagi pelaku UKM untuk memasarkan produknya.
Kondisi ini lanjut dia menyebabkan UKM naik kelas yang tadinya berjualan di rumah namun kini bisa berpindah ke departemen store.
Kepedulian pelaku usaha besar ini ungkap Agus memberikan keuntungan bagi UKM dalam mengenalkan produknya agar lebih dikenal masyarakat. Di sisi lain, plaku UKM diminta untuk menjaga kepercayaan dengan meningkatkan mutu atau kualitas.
‘’Kalau untuk makanan harus menjaga kebersihan dan kesehatan,’’ ungkapnya. Selain itu kata dia harus segera didaftarkan terkait usaha mikro dan hal tersebut bisa gratis melalui PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu).
Pelaku UKM juga dapat mengurus hak atas kekayaan intelektual (HAKI) seperti hak cipta dan hak merek serta sertifikasi halal yang bisa diakses melalui kementerian Agus menyebutkan, kepedulian pelaku usaha besar ini di sejumlah daerah telah didukung pemerintah daerah dengan mewajibkannya.
Sebenarnya lanjut dia pasar modern memang harus menyediakan ruang bagi UKM terkait adanya peraturan pemerintah mengenai Corporate Social responsibility (CSR).
Namun kata Agus, pengeloala pasar modern jangan menempatkan ruang UKM di ruangan yang tidak strategis. Idealnya kata dia ruang bagi pelaku UKM berada di depan agar bisa terlihat oleh pengunjung mall.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Sukabumi Ai Rochatika mengatakan, di Kota Sukabumi ada 18 ribu pelaku UKM yang bergerak di sejumlah bidang.
‘’ Dari jumlah tersebut ada sebagian yang mulai naik kelas dengan ditampung di pasar modern,’’ jelasnya Ai mencontohkan, di sebuah pasar modern Toserba Selamat terdapat wisata kuliner yang diisi oleh pelaku UKM terutama yang bergerak di bidang makanan atau kuliner.
“Awalnya di sana hanya ada 30 gerobak makanan atau minuman. Kini lanjut dia di sana terdapat sekitar 100 gerobak,” tutupnya.(cr11/d)



