Menurut Reni, intervensi dini selama masa kehamilan dan usia balita menjadi penentu utama kualitas tumbuh kembang anak. “Ibu hamil yang rutin periksa, melahirkan di fasilitas yang aman, serta didampingi tenaga terlatih memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih rendah,” ucapnya.
Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Posyandu, puskesmas, dan lembaga kemasyarakatan, juga menjadi tulang punggung keberhasilan program ini. Pemerintah daerah memastikan ketersediaan layanan serta meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak abai terhadap kesehatan ibu dan anak. Jadilah bagian dari perubahan. Karena menyelamatkan satu nyawa ibu atau bayi berarti menjaga masa depan bangsa,” tukasnya. (bam/d)






