Ia menekankan bahwa guru UKS memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Dinas Kesehatan, pihak sekolah, dan orang tua siswa. Mereka diharapkan dapat menyampaikan informasi secara akurat dan persuasif mengenai manfaat vaksin HPV. “Guru UKS menjadi ujung tombak yang akan menjembatani komunikasi antara Dinas Kesehatan, pihak sekolah, dan orang tua siswa,” ungkapnya.
Dinkes Kota Sukabumi berharap program ini dapat menekan angka kasus kanker serviks di masa mendatang. Selain itu, sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi sejak dini.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung program vaksinasi HPV ini demi masa depan kesehatan anak-anak perempuan kita,” pungkas Wita.(bam/d)






