KOTA SUKABUMI

Dihadapi Lima Agenda Krusial, Wali Kota Sukabumi Singsingkan Lengan untuk Kerja Keras

×

Dihadapi Lima Agenda Krusial, Wali Kota Sukabumi Singsingkan Lengan untuk Kerja Keras

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi menyampaikan ada lima agenda krusial yang akan dilaksanakannya pada 2025 ini. Agenda tersebut berkaitan dengan penataan kota.

Yang pertama, kata Ayep Zaki, yaitu mengenai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul yang kapasitasnya sudah over. “Pemerintah Kota Sukabumi barusan ini mendapatkan surat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup mengenai TPA Cikundul. Sebab masalah TPA ini harusnya ditangani sejak 10 tahun yang lalu. Nah, sekarang baru ditegur,” kata Ayep Zaki kepada Radar Sukabumi, Minggu (13/7).

Bank bjb Tandamata

Ayep menyebutkan TPA Cikundul masih menerapkan model open dumping. Artinya, pembuangan sampah dilakukan di lahan terbuka tanpa penangan khusus.

“Sekarang kita kesulitan mencari lahan terbuka. Dan ini membutuhkan biaya yang besar. Tapi kami tetap akan bertanggung jawab, mengatasi masalah ini. Untuk itu, kerja-kerja besar ini akan kami rapatkan dengan dinas dan pihak terkait,” ujar Ayep Zaki.

Agenda prioritas kedua yaitu penyelesaian masalah Pasar Pelita yang sudah menahun. Wali kota menegaskan salah satu upaya yang tengah didorong adalah kemungkinan penjualan saham kepada pihak ketiga karena pengembang saat ini menghadapi kendala keuangan. Langkah ini, menurut Ayep Zaki, harus diambil untuk menyelamatkan pasar dari stagnasi.

“Ini belum juga beres. Ini akan diselesaikan segera masalah Pasar Pelita,” ujar Ayep.

Yang ketiga adalah penanganan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wibawa Kota Sukabumi yang mengalami masalah kehilangan air mencapai 82 persen. Angka ini meningkat dari 76,06 persen pada 2024 lalu.

“Ya, kebocoran air di PDAM sangat tinggi, 82 persen, dan ini akan segera dibereskan,” sebut Ayep.

Agenda keempat adalah masalah tata ruang untuk investasi. Investor-investor yang datang di Kota Sukabumi, terutama untuk perumahan-perumahan, karena ada zona kuning menjadi hijau atau sebaliknya, hijau jadi kuning seperti itu. Kita akan segera benahi seperti itu,” imbuhnya.

Dan agenda yang kelima adalah permasalahan perparkiran di Kota Sukabumi. “Lima agenda penting yang akan kami selesaikan ke depan. Tahun 2025 dan tahun 2026. Mudah-mudahan ini bisa selesai selain daripada agenda-agenda yang rutin seperti itu ya. Pembangunan infrastruktur tutur dan sebagainya,” pungkasnya. (izo)