Kini, Guru Max aktif membangun jejaring pencak silat di Eropa dan menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Italia agar budaya silat semakin dikenal dunia internasional.
Di tengah arus modernisasi dan budaya populer global, KH Fajar menilai langkah memperkenalkan pencak silat ke mancanegara menjadi bagian penting menjaga identitas bangsa. Apalagi UNESCO telah menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. “Kalau orang asing saja mau belajar dan menjaga pencak silat, masa kita sendiri tidak bangga? Ini jati diri bangsa Indonesia,” katanya.
Sunda Camp 2026 akhirnya bukan hanya menjadi ajang latihan silat, tetapi juga ruang diplomasi budaya. Dari Sukabumi, gerakan tangan dan langkah kaki para pesilat perlahan menjelma menjadi bahasa universal yang memperkenalkan Indonesia kepada dunia.(ris/d)





