KOTA SUKABUMI

Cegah Isu Trilogy Yes I Do Lewat Workshop Film Dokumenter

×

Cegah Isu Trilogy Yes I Do Lewat Workshop Film Dokumenter

Sebarkan artikel ini
Seluruh peserta workshop produksi film dokumenter lokal program Yes I Do saat berfoto bersama.

RADARSUKABUMI.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sukabumi melalaui program Yes I Do, terus menggencarkan kampanye cegah isu perkawinan pnak, kehamilan remaja dan sunat perempuan di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, pencegahan isu Trilogy Yes I Do tersebut dilakukan dengan workshop film dokumenter.

Kegiatan tersbut melibatkan remaja dan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) desa intervensi program Yes I Do. Adapun tujuannya, yakni memberikan alternatif perubahan paradigma masyarakat mengenai Pencegahan trilogy Yes I Do dan menghasilkan sebuah materi film dokumenter sebagai strategi kampanye baru terkait isu pencegahan perkawinan anak, kehamilan tidak di inginkan dan sunat perempuan di Kabupaten Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Ketua PKBI Sukabumi, Deri Irawan menjelaskan, berdasarkan pengalaman program Yes I Do sebelumnya, kegiatan kampanye dan komunikasi publik bukan merupakan hal yang mudah dikarenakan isu yang diangkat masih resistensi baik di tingkat lokal maupun nasional yaitu dengan mengubah norma sosial yang membelenggu remaja dalam mendapatkan haknya, khususnya terkait dengan keputusan kapan remaja ingin menikah dan mempunyai anak, serta hak atas tubuh untuk bebas dari praktek berbahaya sunat perempuan.

“Workshop Film Dokumenter ini sebagai media kampanye berbasis masyarakat untuk mencegah isu Trilogy Yes I Do di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini akan melibatkan remaja dan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) desa intervensi program Yes I Do,” jelasnya kepada Radar Sukabumi.

Strategi kampanye berbasis komunitas ini, lanjut Seri, akan menjadi strategi dilapangan dalam melakukan intervensi perubahan perilaku secara efektif mengingat isu yang dibahas sangat sensitif serta konteks lokal yang sarat dengan perspektif norma sosial dan religi.

“Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penyusunan kampanye adalah mengemas bentuk komunikasi untuk membuat isu yang sensitif menjadi isu yang mudah diterima dalam masyarakat,” pungkasnya.