BRIN Lanjutkan Penelitian Naskah Kuno di Museum Prabu Siliwangi

M Irfan Mahmud
Kepala Pusat Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN M Irfan Mahmud

“Pengetahuan lokal kita banyak, tapi tidak banyak dari sekolah memberi perhatian terhadap itu. Saya kira dengan model ekosistem yang dibangun di pesantren ini bisa menjadi satu trigger yang bisa memicu orang orang belajar. Oh kita punya pengetahuan yang hebat baik dari pengetahuan lokal leluhur maupun pengetahuan Islam yang harus dipelajari,” jelasnya.

Di tempat yang sama, pendiri Museum Prabu Siliwangi KH Fajar Laksana mengatakan, penelitian dari BRIN dapat membantu dalam mengklasifikasi benda benda koleksi di museum.

Bacaan Lainnya

“Bisa memberitahukan kepada siswa dan pengunjung bahwa di museum kita ini mewakili empat jaman. jadi nanti dikelompokkan batu ini jaman prasejarah, batu ini jaman peralihan prasejarah ke sejarah, baru ini jaman sejarah, batu ini jaman kontemporer modern,” ucapnya.

Setelah diteliti BRIN, kini pihaknya tahu bahwa Museum Prabu Siliwangi terbagi menjadi empat era, yakni era prasejarah, era peralihan dari pra sejarah ke sejarah, era sejarah dan era kontemporer.

“Di museum ini ada batu megalitik tipe Hindu Budha yang sudah dinyatakan sah menjadi artefak. Tetapi ada juga arca yang peralihan dari prasejarah ke sejarah, dan ada arca yang sudah ada pada era sejarah, dan memang ada juga arca yang baru,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *