SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi kembali menggencarkan monitoring wilayah rawan banjir limpasan di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dini untuk meminimalkan dampak bencana, khususnya saat intensitas hujan meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan monitoring difokuskan pada titik rawan banjir limpasan di Jalan RH Didi Sukardi, Perumahan Amris Permai RT1/RW1. “Tim melakukan pemantauan langsung ke lokasi rawan banjir limpasan. Dari hasil monitoring di lapangan, sudah ada upaya antisipasi yang dilakukan oleh masyarakat,” kata Yoseph, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan, warga setempat secara swadaya telah melakukan peninggian tembok penahan tanah (TPT) sebagai langkah pencegahan agar air tidak meluap ke area permukiman saat hujan deras. “Upaya peninggian TPT ini cukup membantu dalam menahan limpasan air agar tidak masuk ke rumah warga,” jelasnya.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, BPBD Kota Sukabumi menerjunkan delapan personel untuk melakukan pengecekan kondisi lingkungan, aliran air, serta kesiapsiagaan masyarakat di sekitar lokasi rawan. “Kami terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi risiko bencana,” paparnya.






