“Sukabumi adalah satu-satunya kota di Jawa Barat yang masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia. Saat ini, kita berada di peringkat ke-6, dan target ke depan adalah masuk 3 besar. Semua ini lahir dari semangat persatuan seluruh elemen masyarakat,” ujar Ayep.
Selain itu, Ayep menekankan bahwa upaya pencegahan radikalisme harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ketika masyarakat sejahtera, mereka akan lebih sulit terpengaruh ideologi radikal. Melalui dialog kebangsaan ini, BNPT berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat sipil dalam mencegah berkembangnya paham radikal terorisme di tingkat lokal maupun nasional,” pungkasnya.(bam/d)






