Bencana di Kota Sukabumi, Januari Kerugian Capai Rp441 Juta

Bencana Kota Sukabumi
Sejumlah personel BPBD Kota Sukabumi saat menangani bencana alam

SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang Januari 2022 terdapat sebanyak 17 kejadian bencana. Akibatnya, 12 jiwa menjadi terdampak dan kerugian ditaksir mencapai Rp441.633.000.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, dari 17 kejadian bencana ini diantaranya, 7 cuaca ektrim, 4 kebakaran, 3 tanah longsor, 1 angin kencang, 1 gempa bumi dan 1 kebakaran.

Bacaan Lainnya

“Jika melihat dari data yang ada, jenis bencana alam masih didominasi cuaca ektrim sehingga dari jumlah total kejadian bencana terdapat 17 bangunan rusak dengan total kerugian mencapai Rp441.633.000,” kata Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Rabu (16/2).

Lanjut Zulkarnain, kejadian bencana ini tersebar di beberapa kecamatan yakni, Kecamatan Gunungpuyuh, Cikole, Lembursitu dan Kecamatan Warodoyong.

“Memang kerawanan bencana alam hampir merata disetiap kecamatan namun, yang sering terjadi berada beberapa kecamatan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, BPBD telah melakukan penanggulangan bencana mulai dari prabencana, saat dan pasca bencana dalam bentuk upaya seperti, menetapkan status siaga banjir dan longsor sejak 15 November 2021 sampai 30 April 2022 mendatang.

Tak hanya itu, BPBD Kota Sukabumi juga melakukan komunikasi, informasi dan edukasi bencana kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan dengan tercapai sasaran sebanyak 1.600 orang.

“Kami juga menfasilitasi sosis gulbencal dan edukasi siap menghadapi bencana baik di komunitas maupun fasilitasi dengan kelurahan seperti KIE Bencana di Kelurahan Lembursitu, Sudajaya Hilir, Dayeuh Luhur, Jayaraksa, Warudoyong, Kebonjati, Sindangsari, Situmekar, Cipanengah, Benteng, dan Kelurahan Sukakarya,” tambahnya.

Zulkarnain menambahkan, BPBD menyebarluasan informasi bencana dan peringatan dini kepada masyarakat serta mengsiagakan personil Satgas dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana untuk antisipasi laporan aduan yang masuk.

“Melakukan rapat penguatan dan kemitraan dalam penanggulangan bencana dengan masyarakat dan komunitas,” tutupnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.