RADARSUKABUMI.com – Masa pandemi Covid-19 berdampak hampir semua bidang khususnya perekonomian masyarkat. Namun, hal itu tidak berlaku bagi para pengusaha batu alam hias yang pemasaran tembus hingga luar negeri dengan harga jual yang cukup pantastis.
BAMBANG SURYANA, Sukabumi
Salah satu Pengusaha batu akik hias di Kota Sukabumi kini Mulai dilirik pasar dunia, penjualannya pun bisa tembus ke Negara Asia hingga Eropa.
Rian Rinaldi misalnya, salah satu pengusaha batu alam hias di Kota Sukabumi sejak 2014 sampai saat ini masih terus mengekspos penjulannya hingga selalu dilirik negara luar.
“Selain penjualan pokus ke luar negeri, kami juga ada di lokal namun sejauh ini permintaan ekspor keluar negeri saat ini yang paling banyak,” kata Rian kepada wartawan saat ditemui di galerinya.
Banyak jenis batu alam hias di galerinya yang berada di kampung cimanggah Kota Sukabumi batu jenis Manakara Posil Giok Grape agate, fossil, petrifietwood, druzy, kecubung, kristal zebra, chysoprase, carnelian, fossil coral, ocean jasfer dan lace agate.
Saat ini saja meskipun ditengah pandemi. Rian terus kebanjiaran orderan, seperti permiantaan dari negara amerika batu jenis manakara dan batu berbentuk bola.
“Saat ini pengiriman paling banyak ke amerika jenis batu nya manakara dan beberapa jenis batu lain,” ujarnya.
Untuk menarik pembeli rian tidak menjual batu mentahan saja. Dengan kreativitasnya Rian mengolah lagi batu itu menjadi barang untuk dijadikan perhiasan sumpenir hingga aksesori dirumah dengan motif unik.
Sementara, produksi nya Rian membutuhkan waktu lima sampai 10 hari untuk dikirim kebeberapa negara di belahan dunia.
“Tidak hanya mentahan batu kita buat batu tersebut untuk dijadikan hiasan sumpenir. Dan animo konsumen diluar kebanyakan dijadikan pajangan untuk dirumahnya,” imbuhnya.
Namun demikian, selain bisa mengaharumkan Kota Sukabumi di kancah internasonal. Rian sendiri mengatakan perlunya dukungan dari pemerintah karena sejauh ini biaya ekspor tergolong mahal dibanding negara negara lain.
“Kami masih terkendala untuk biaya ekspor yang mahal karena harga nya cukup lumayan tinggi jika dibandingkan biayaya pengiriman dari negara lain,” pungkasnya. (bam)



