“Kita Sudah biasa mengais rezeki disini, lagian kalau mau pindah pun kemana, tempat di sekitar sini udah penuh. Mudah-mudahan papan reklamenya engga menimpa kita,” akunya.
Disamping itu, salah seorang penjalan kaki, Giyas (22) menyayangkan papan reklame di pertigaan Jalan RE Marthadinata dan Ir Djuanda itu terkesan dibiarkan. Padahal jika terjatuh, bisa menimpa orang yang melintas atau berjualan di area tersebut. “Pemerintah melalui dinas terkait harus bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini,” harapnya. (cr17/t)




