“Jadi anak mudanya tidak perlu terombang-ambing,”tuturnya.
Strategi kedua, tidak perlu lagi terjebak lagi dengan isu-isu yang tidak penting. “Kita harus konsentrasi dengan diri kita, konsentrasi dengan generasi masa depan generasi supaya tidak mudah diserang oleh asing supaya tidak rusak 100 tahun lamanya,”terangnya.
Karena itu, yang harus dimiliki pemuda adalah pertama, Power Zone, harus punya yakni zona control yang kuat. Pemuda saat ini ada isu tertentu ikut, mudah terombang-ambing. Tips selanjutnya, harus fokus memperbaiki input yang masuk ke dalam pikirannya.
“Tontotan yang tidak mendukung, film yang tidak mendidik, sinetron yang tidak perlu ditonton yang mengajarkan hal-hal yang tidak baik ini perlu diperbaiki,”tegasnya.
Dan yang terakhir, imbuhnya, tentunya penguatan agama atau mental spiritual untuk para generasi. “Semua langkah ini dibalut oleh spiritual system,”tuturnya optimis.
Sebelum seminar nasional Syafii Efendi, diselenggarakan juga seminar yang dihadiri Pemateri dari PPNI Kota Sukabumi, Irawan Danismaya yang membangun semangat para peserta dengan Personal Building dan satu lagi dari Dosen UNPAD, Iyus Yosep yang memberikan materi tentang Entrepreneur Nursing. (dit)



