SUKABUMI — Tak kurang dari 523 personel Polres Sukabumi Kota akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi.
“Ada 523 personel yang kami kerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sukabumi, mereka disebar di beberapa titik rawan dan sebagian ada yang melakukan patroli,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni.
Menurutnya, pihaknya sudah memeriksa kesiapan personel yang disiagakan dalam pengamanan ini yang diberi sandi Operasi Mantap Praja Lodaya 2020. Tentunya dalam pelaksanaan seluruh personel harus profesional dan penuh tanggung jawab.
Meskipun hanya beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, tetapi pihaknya ingin pelaksanaan pesta demokrasi tersebut bisa berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan aparat keamanan lainnya beserta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi terkait pengamanan tahapan pilkada.
Apalagi saat ini sedang masa pandemi COVID-19, tentunya baik bakal calon kepala daerah, kader partai politik, simpatisan hingga sukarelawan wajib menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, menjaga kebersihan dan tidak membawa massa yang bisa menyebabkan kerumunan.
“Kami juga mengimbau kepada warga Kabupaten Sukabumi yang berada di wilayah Hukum Polres Sukabumi Kota untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan selama pelaksanaan pilkada, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar pada pesta demokrasi ini dan jangan sampai terpecah belah karena beda pilihan,” tambahnya.
Di sisi lain, Sumarni mengatakan selain mengamankan pelaksanaan pilkada ratusan personel tersebut sudah diperintah untuk meningkatkan pengamanan antisipasi terjadinya kasus kriminalitas dan gangguan keamanan serta ketertiban lainnya di masyarakat terutama aksi berandalan motor.
Bahkan, ia pun memerintahkan personelnya untuk bertindak tegas kepada berandalan bermotor tersebut yang aksinya sangat meresahkan dan membahayakan masyarakat.
Kemudian personel harus cepat tanggap jika ada kejahatan konvensional lainnya seperti pencurian dengan kekerasan maupun pemberatan, pencurian kendaraan bermotor dan kasus kriminalitas lainnya termasuk peredaran narkoba.
Untuk menjaga keamanan wilayah hukumnya, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri tapi harus dibantu warga, karena peran masyarakat sangat penting untuk menjaga berbagai aksi kriminalitas di daerahnya masing-masing.(hnd)






