Sementara itu Santoso warga Cipatuguran mengaku kecewa setelah sengaja datang bersama keluarga karena telah merencanakan nongkrong di pantai Karanghawu serta berfoto selfie, yang sejak lama direncanakan terpaksa momen tersebut dilaksanakan meski hilangnya satu huruf.
“Iya hilang salah satu huruf A nya, mudah mudahan segera diperbaiki dinas terkait, karena ini ikon nya kan, berfoto selfie backraoundnya itu sekarang gak ada satu huruf, gak asyik namanya jadi KarangHwu,” timpalnya.
Santosos menyatakan, dari pengamatannya hilangnya salah satu huruf tersebut diduga karena memang bagian pengikatnya terlepas yang diawali berkarat, akibat sering terkena angin laut.
“Hilangnya huruf pada landmark ini tidak hanya merugikan pengunjung, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap pariwisata Karanghawu secara keseluruhan,” ucapnya
“Karena banyak wisatawan yang menjadikan landmark sebagai alasan utama kunjungan mereka, dan insiden ini bisa mempengaruhi pengunjung berfoto selfie disini kedepan kalau tidak segara diperbaiki,” tandasnya. (Ndi)






