Warga Sukabumi Belum Siap Disuntik Vaksin Covid-19 Versi Polling Radar Sukabumi

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Penyuntikan vaksin Sinovac kepada Presiden Joko Widodo secara perdana menjadi simbol bahwa proram vaksinasi Covid-19 di Indonesia resmi dimulai, Rabu (13/1/2021). Hari itu pula vaksin yang diproduksi Biofarma didistribusikan ke 34 provinsi se-Indonesia, termasuk kota dan kabupaten Sukabumi.

Nah, pertanyaannya, siapkah warga Sukabumi disuntik vaksin Covid-19? Radar Sukabumi pun menggelar polling dan jajak pendapat di platform media sosial Facebook dan Instagram.

Bacaan Lainnya

Walhasil, dari ‘responden’ yang merupakan warganet dapat disimpulkan bahwa Sukabumi belum siap untuk divaksinasi Covid-19. Seperti hasil polling di Instagram akun Radar_Sukabumi dengan konten ‘Wargi Sukabumi, Siapkah kalian disuntik vaksin Covid-19?? YA. TIDAK.’

Polling pun ditutup pada pukul 19.49 WIB dengan raihan prosentase, 32 persen menjawab YA dan 68 persen menjawab TIDAK. Adapun rinciannya, dari 1011 responden, 105 yang memilih YA dan 218 yang memilih TIDAK.

Sementara di halaman penggemar akun Facebook Radar Sukabumi, dengan pertanyaan ‘Apakah warga Sukabumi siap divaksinasi Covid-19?’ yang posting pada tanggal 12 Januari 2021 pukul 13.53 WIB. Ada 1.247 warganet yang melakukan interaksi dan 179 yang memberikan komentar.

Ragam komentar pun dituliskan warganet namun pada kesimpulannya antara siap atau tidak siap. Secara umum, jajak pendapat terkait kesiapan warga Sukabumi divaksinasi Covid-19 lebih dominan yang menyatakan tidak siap, bahkan menolak.

Inilah komentar-komentar yang belum siap dan menolak divaksinasi.

Baden Mulyana Om
“Sebetul nya orang yg divaksin itu seolah tdk percaya ada ny tuhan,mengapa demikian hujan aj rizky yg tuhan kasih.klo masalah virus sebaikny intropeksi diri lah kita,ada apa dengan kita.”

Muhamad Alghifari Boim Lbm
“Kalau saya sih NO…Maaf saya bukan hewan..jangan samakan manusia dengan hewan..anak aing saenggeus divaksin rubela awak na barudug sa awak awak..Alhamdulillah di ubaran ku saya cageur…mantak mun ayna rek divaksin diciduhan ku saya nu nyindir na..alhamdulilah ti jaman saya leutik tepika ayna masih kneh jagjag..nuhun ah emosi jadi na.”

Aryana
“Kalau ada obat nya, ngapain cari antinya. Seperti orang yg sdng mencari ilmu kebal,padahal obat luka sdh ada”

Wibisana
“Saya takut jarum suntik, jd mending kabur”

Mahmoud Amin
“TIDAK. Lebih baik mnggunakan herbal.”

Yoyoh Reza
“Tolak keras… Tidaaaaakkkkkkkkk now now now”

Namun demikian, ada juga warganet yang memberikan komentar siap divaksinasi. Namun kesiapan inipun tidak sepenuhnya siap lantaran masih mempertanyakan terkait efek samping dan hal lainnya.

Gilar SukmaPriana
“Siap asal vaksinnya di tetes”

Lisna Eristiani
“Siap siap aja ,asal kan vaksin nya bagus aja gak tambah penyakit”

Ayu Ay
“Siap, tapi apakah vaksin aman untuk ibu hamil dan menyusui?”

Adi Saparul Ardi
“Siaaaaaap, g ada alasan buat jawab tidak, klw yg g mw d vaksin hidup d gunung aja sendiri.”

(izo/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *